search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Bejo Indonesia Perkenalkan Teknologi Penanaman Bawang dari Biji Maserati F1

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 14 Oktober 2021 18:00
PENANAMAN BAWANG. Bejo Indonesia memperkenalkan teknologi baru penanaman bawang dari biji atau dikenal dengan TSS (True Shallot Seed) kepada Pemkab Soppeng. foto: istimewa
PENANAMAN BAWANG. Bejo Indonesia memperkenalkan teknologi baru penanaman bawang dari biji atau dikenal dengan TSS (True Shallot Seed) kepada Pemkab Soppeng. foto: istimewa

PLUZ.ID, SOPPENG – Memastikan produksi bawang merah unggul demi ketahanan pangan, Bejo Indonesia memperkenalkan teknologi baru penanaman bawang dari biji atau dikenal dengan TSS (True Shallot Seed) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng.

Selain memperkenalkan teknologi barunya Bejo juga mengadakan open day bawang merah biji yang merupakan ajang pelatihan dan diskusi mengenai penanaman bawang merah dari biji varietas Maserati F1 di Kampung Sero, Sesa Marioriaja, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.

Sekedar diketahui Bejo merupakan perusahaan benih yang berbasis di negara Belanda yang dengan mitra distribusinya PT Agrosid Manunggal Sentosa, berkeinginan untuk memperkenalkan teknologi ini ke petani di Indonesia.

Agung Pratama, Country Manager Bejo di Indonesia mengatakan, pihaknya meperkenalkan teknologi di Desa Marioriaja, karena lahan dan teksturnya sangat cocok untuk pengembangan bawang dari biji.

“Biji yang digunakan merupakan Maserati F1 adalah varietas yang menghasilkan umbi yang besar, warna merah yang bagus dan cukup pedas cocok menjadi alternatif bagi petani bawang yang ingin mencoba menanam bawang dari biji,” ujarnya.

Agung mengatakan, untuk mensukseskan misi pengembangan bawang dari biji ini, Bejo tidak dapat bekerja sendirian dan membutuhkan bantuan dari Dinas Pertanian kabupaten dan provinsi agar teknologi ini sukses dapat dikembangkan sebagai alternatif penanaman petani yang sudah terbiasa menanam dari umbi.

“Sangat gembira sekali karena adanya teknologi penanaman bawang dari biji ini. Maseratif F1 adalah benih bawang merah hibrida yang sesuai dengan keinginan saya untuk menghasilkan bawang yang berkualitas,” ujarnya, Kamis (14/10/2021).

Petani yang berkesempatan menjadi tuan rumah ajang pertemuan ini dan berkesempatan untuk mencoba penanaman dari biji untuk bawang merah hibrida varietas Maserati F1.

Selain itu, acara ini juga didukung program DHI dan Bejo Indonesia berlangsung sukses dengan menunjukkan ke semua fase penanaman dimulai dari fase persemaian, perpindahan tanam, dan fase panen.

Setiap fase ini ditunjukkan agar para petani dan jajaran pemerintahan setempat dapat mengetahui bagaimana bawang merah dari biji menghasilkan produktivitas yang baik dibandingkan dengan bawang dari umbi.

Sementara, Wakil Bupati Soppeng, Lutfi Halide, mengatakan, dengan adanya teknologi dari Bejo sangat membantu dengan masyarakat dan para petani.

Menurutnya, petani sangat antusias menanam bawang merah, akan tetapi harga bibit sangat mahal yang mencapai Rp50 juta per hektarnya dengan teknologi Bejo ini, lebih terjangkau di bawah Rp50 juta per hektarnya.

“Petani kita sangat antusias untuk tanam bahwa merah, akan tetapi harga bibitnya mahal, tapi dengan ada biji dari Bejo ini, bisa membantu petani bawang kita di Kampung Sero ini,” ujarnya.

Lutfi berharap, dengan adanya teknologi ini, bisa membantu para petani dan bisa menjadi pengembangan bawang merah di Soppeng.

“Semoga dengan teknologi bisa membantu para petani kita dan Soppeng bisa menjadi sentra pengembang bawang merah,” harapnya.

Acara berlangsung dengan menetapkan protokol kesehatan dan diakhiri dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba selama program pelatihan dilangsungkan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top