RS Polri dan CSC Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama
PLUZ.ID, JAKARTA – Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto (RS Bhayangkara Tk I R Said Sukanto) Jakarta sebagai rumah sakit pemerintah memilih bekerja sama dengan Celltech Stem Cell Center Laboratory & Banking (CSC) Indonesia.
Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama antara RS Bhayangkara Tk I R Said Soekanto (RS Polri) dengan CSC Indonesia dalam hal rujukan pengambilan sampel dan pengaplikasian stemcell di Vinski Tower Jakarta, Rabu (13/10/2021).
Penandatanganan MoU ini dilakukan langsung Kepala RS Bhayangkara Tk I R Said Soekanto dr Asep Hendradiana dan Direktur Utama Celltech Stem Cell Center Indonesia Prof dr Deby Vinski. Turut hadir Wakil Kepala RS Bhayangkara Tk I R Said Soekanto Umar Shahab, Komite Sel Punca Indonesia dr Marhaen Hardjo serta tim dari RS Bhayangkara Tk I R Said Soekanto dan tim CSC Indonesia.
Kerja sama tersebut memfokuskan pada riset dan penelitian sel punca (stem cell), laboratorium stem cell dan bank tali pusat atau penyimpanan ari-ari agar nantinya dapat diproses menjadi stem cell di Laboratorium CSC Indonesia.
Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 32 tahun 2018 bahwa terapi stem cell dapat dijalankan bukan hanya di Rumah Sakit (RS), tapi juga di klinik utama. Peraturan terbaru inilah yang membawa CSC Indonesia semakin mengembangkan kiprahnya.
Telah mengantongi izin operasional laboratorium pengolahan sel punca untuk aplikasi klinis yang diselenggarakan Celltech Stem Cell Laboratorium berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK 02.02/I/1666/2020 untuk laboratorium dan bank tali pusat dan jaringan kembali melakukan kerja sama dengan RS Bhayangkara Tk I R Said Sukanto.
“Kami berharap lebih banyak dokter RS Polri yang dilibatkan, bukan cuma dalam pelayanan pengobatan, tapi juga penelitian dan pengembangan serta pendidikan tentang terapi stem cell,” kata Asep Hendradiana, dokter juga anggota polisi berpangkat brigjen ini.
Asep Hendradiana mengakui, kemampuan Celltech, dengan teknologi quantum stem cell yang dimilikinya, yang memungkinkan proliferasi atau perbanyakan sel dengan lebih cepat dan kualitas terjaga, lebih maju daripada periset stem cell lain di tanah air.
Pada akhirnya, Asep Hendradiana berharap kerja sama layanan terapinya nanti tidak hanya berguna untuk keluarga besar Polri, tapi masyarakat secara umum.
Deby Vinski memuji Kepala RS Bhayangkara Tk I R Said Soekanto Asep Hendradiana sebagai visioner untuk menjadikan RS Polri semakin maju dalam pelayanan stem cell, riset, dan penelitian.
Deby Vinski juga merasa bangga, karena acara tersebut dihadiri pihak-pihak yang kompeten, seperti Marhaen Hardjo yang merupakan anggota Komite Sel Punca Indonesia. Marhaen Hardjo yang merupakan Doktor lulusan Okayama University Jepang dan juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa (Unibos) Makassar.
Deby Vinski mengatakan, kalau stem cell kini bisa digunakan untuk terapi berbagai penyakit termasuk leukimia dan diabetes. Dan selama ini, banyak orang Indonesia mencari terapi stem cell dan jasa penyimpanannya ke Singapura.
“Padahal, di Singapura hanya ada laboratorium. Kalau kami bukan hanya lab, tapi menyimpan juga,” kata Presiden World Council of Preventive Medicine (WOCPM) ini melalui keterangan resminya, Jumat (15/10/2021).
Deby Vinski menambahkan, sumber sel punca yang dinilai paling bagus oleh tim di Celltech adalah tali pusat. Informasi ini, berdasarkan MoU yang diteken ini, akan dibagikan di unit layanan bersalin RS Polri. Akan disampaikan ari-ari bayi jangan langsung dibuang, tapi ditawarkan kalau mau dipelihara dan disuburkan untuk sewaktu-waktu mau dipakai terapi stem cell.
Di satu bagian di Gedung Vinski Tower itu, didukung teknologi Uninterruptible Power Supply, tali pusat disimpan dalam suhu yang terjaga -196 derajat Celsius.
“Apakah menyimpan untuk dimanfaatkan atau donatur, kami terima,” kata Deby tanpa menyebut detail besaran biaya.
“Mirip-mirip biaya di Singapura, tapi lebih terjangkau,” ujarnya.
Sebelumnya, CSC Indonesia juga telah melakukan kerja sama terkait pelayanan laboratorium stem cell dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, RS Kanker Dharmais Jakarta, dr Khaerul (Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara), AS Thamrin (Wali Kota Bau-bau, Sulawesi Tenggara), Universitas Islam Makassar (UIM), dan RSIA Kemang Medical Care. (***)