search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

UIM Wajibkan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

doelbeckz - Pluz.id Senin, 08 November 2021 12:00
SCAN BARCODE. Rektor UIM, DR Ir Hj Andi Majdah M Zain, melakukan scan barcode saat lauching penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk akses masuk dan keluar kampus UIM. Senin (8/11/2021). foto: istimewa
SCAN BARCODE. Rektor UIM, DR Ir Hj Andi Majdah M Zain, melakukan scan barcode saat lauching penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk akses masuk dan keluar kampus UIM. Senin (8/11/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Seluruh civitas akademika, mahasiswa, staf, dan dosen Universitas Islam Makassar (UIM) maupun masyarakat umum wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk akses masuk dan keluar kampus UIM.

Hal ini dilakukan untuk mempermudah pelacakan dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19 di dalam kampus, sebab sejak awal pandemi Covid-19 UIM komitmen sebagai kampus yang konsen membantu pemerintah melawan virus corona yang menjadi bencana non alam dunia salah satunya dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Covid-19.

Rektor UIM, DR Ir Hj Andi Majdah M Zain, saat persiapan pertemuan tatap muka langsung, Senin (8/11/2021), menjelaskan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi dilakukan untuk mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah pusat, provinsi dan Kota Makassar.

Dimana pemerintah menetapkan aplikasi tersebut menjadi syarat wajib untuk masuk ke berbagai pusat aktivitas umum selain protokol kesehatan lainnya, seperti kawasan wajib pakai masker, jaga jarak, cuci tangan serta pembatasan ruang belajar.

“Mulai hari ini, Senin 8 November 2021, kita luncurkan program scan barcode PeduliLindungi lingkup UIM dan mungkin pertama di Indonesia Timur kampus memakai sistem scan barcode ini,” ujarnya.

“Sehubungan dengan direncanakan adanya hybrid learning di kampus, maka untuk meningkatkan protokol kesehatan yang sebelumnya kehadiran kurang dari 25 persen menjadi di atas 50 persen, maka protokol kesehatan harus ditingkatkan,” tambahnya.

Majdah mengatakan, aplikasi tersebut diharapkan mampu screaning untuk meyakinkan civitas akademika maupun masyarakat yang berada di dalam kampus adalah mereka yang sudah terjamin melalui kegiatan vaksinasi baik dosis pertama atau kedua.

Sementara, Ketua Satgas Covid-19 UIM, dr Wachyudi Muchsin SKed SH MKes, menambahkan, launching aplikasi PeduliLindungi ini, merupakan tahap awal, sebab ada beberapa tahapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di kampus UIM, tahap pertama dilakukan di semua pintu masuk kampus.

“Kenapa di pintu masuk, karena yang masuk ke kampus tidak civitas akademika, tetapi juga masyarakat umum harus semua aman bebas dari Covid-19,” beber Dokter Yudi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top