search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Jalur Palopo-Masamba Lumpuh, BBPJN Diminta Percepat Penanganan

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 09 November 2021 23:00
PENGERJAAN. Aktivitas alat berat di sekitar jembatan yang menghubungkan Kota Palopo dan Kabupaten Luwu ini. foto: istimewa
PENGERJAAN. Aktivitas alat berat di sekitar jembatan yang menghubungkan Kota Palopo dan Kabupaten Luwu ini. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Angin kencang disertai hujan petir melanda Kota Palopo dan sekitarnya beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat air sungai meluap dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.

Akibatanya, akses jalan Palopo-Masamba dilaporkan hingga saat ini lumpuh. Hal itu imbas penutupan jembatan Sungai Battang miring yang mengalami keretakan, karena tergerus arus sungai yang meluap. Sehingga kini, jembatan yang berada di perbatasan Kota Palopo dan Kabupaten Luwu ini, tidak dapat dilalui atau ditutup sementara.

Merespon hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, segera melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel selaku penanggung jawab untuk menindaklanjuti masalah tersebut.

Menurutnya, situasi sedang darurat sehingga butuh penanganan cepat.

“Kita panggil Balai Jalan Kementerian PUPR untuk rapat bersama percepatan solusi. Kita harus cepat, karena ini darurat, saya sudah perintahkan Dishub (Dinas Perhubungan) dan jajaran untuk turun bantu, mereka sudah di sana,” ujar Andi Sudirman, Selasa (9/11/2021).

“Jalur Masamba menjadi fokus kita beberapa hari ini. Situasi hujan dan banjir serta kenaikan air sungai secara drastis menjadi masalah berulang,” katanya.

Kendati masalah tersebut merupakan kewenangan BBPJN, namun Andi Sudirman menuturkan, perlu sinergi bersama agar masalah cepat terselesaikan.

“Tim provinsi termasuk jajaran Polda telah turun dan standby di lokasi sejak beberapa hari lalu. Hari ini kami akan memanggil Balai Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR untuk solusi darurat dan permanen secara bersama. Ini harus segera diselesaikan karena emergency. Ini masih kewenangan Balai, tapi itu tanggung jawab bersama kita, harus bersinergi untuk solusi,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top