search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny Pomanto Perkuat UMKM Melalui Gerakan Minum Kopi dan Makan Taripang

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 10 November 2021 11:00
NGOPI. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto didampingi Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo, serta seluruh Forkopimda Kota Makassar menyeruput kopi dan kue taripang di Lorong Bambapuang, Jl Gunung Bambapuang, Kecamatan Makassar, Selasa (9/11/2021). foto: istimewa
NGOPI. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto didampingi Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo, serta seluruh Forkopimda Kota Makassar menyeruput kopi dan kue taripang di Lorong Bambapuang, Jl Gunung Bambapuang, Kecamatan Makassar, Selasa (9/11/2021). foto: istimewa

HUT Kota Makassar Ke-414

PLUZ.ID, MAKASSAR – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-414 diisi dengan beragam kegiatan yang menarik.

Kali ini, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi, Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Jusuf Ismail, dan Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo, serta seluruh Forkopimda Kota Makassar berkumpul menyeruput kopi dan makan kue khas Makassar, kue taripang di Lorong Bambapuang, Jl Gunung Bambapuang, Kecamatan Makassar, Selasa (9/11/2021).

Perpaduan ini sekaligus sebagai salah satu rangkaian dalam rangka peresmian percontohan lorong wisata di Kota Makassar.

“Kita mulai dari hal-hal yang sederhana mulai dari perkuat UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), hari ini, kita mulai dari komoditi kopi dan taripang. Survei kami ada 1 juta orang minum teh dan kopi di Makassar kalau kita dampingi dengan komoditi kue taripang yang cocok dengan minuman kopi dan kue maka ada Rp2 miliar uang yang berputar dan setahun bisa Rp750 miliar. Ini baru satu komoditi kalau kita kawal dengan baik, maka perekonomian bisa tumbuh dari lorong,” ucapnya.

Danny Pomanto mengatakan, selain taripang, ia akan mengeksplor komoditi kue lainnya, seperti baruasa. Baruasa ini salah satu kue yang menyaingi kue termahal di dunia, yakni macaron.

“Itu bisa Rp100 ribu harganya cuman sebiji kue saja. Dan top di dunia cuman kalau dibandingkan dengan baruasa masih kalah jauh,” jelasnya

Sementara, konsep lorong wisata sendiri, kata Danny, merupakan konsep serial terakhir pada lorong.

“Setelah serial lorong sebelumnya, yakni lorong garden dan Badan Usaha Lorong ini, ada lorong wisata. Kita akan buat sebanyak 1.000 wisata dan Co’mo akan bertugas mengelilingi setiap lorong dan mngakomodir 15 kecamatan secara gratis,” sebutnya.

Oleh karena itu, Danny berharap program ini dapat berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat agar UMKM pada lorong bisa bangkit dan memulihkan ekonomi di Kota Makassar sesuai dengan program yang terangkum dalam Makassar Recover.

Pada saat yang sama Danny juga meraih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia atas prestasi penyelenggaraan rekor minum kopi dan makan taripang di 1.000 lorong wisata melibatkan 50 orang di setiap lorong guna pemulihan ekonomi dan ketahangan pangan sektor UMKM. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top