search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Cegah Perundungan Digital dengan Bijak Bermedia Sosial

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 11 November 2021 20:00
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

Literasi Digital Sulawesi 2021

PLUZ.ID, MAMUJU UTARA – Rangkaian Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual di Mamuju Utara, Sulawesi Barat, Kamis (11/11/2021).

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah ‘Mencegah, Menghadapi, dan Melawan Perundungan Digital’.

Program kali ini diikuti 328 peserta dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Dosen STIE Widya Darma Kotamobagu Nur Rezkowati, Pengajar dan Tenaga Ahli Database Fernando Dotulong, Pegiat Literasi Digital Lynvia Gunde, dan Founder Jelajah Sultra Sumarlin. Adapun, yang bertindak sebagai moderator adalah Penyiar Radio/MC Mila Karmila. Rangkaian Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Mengawali paparan dalam sesi materi, Nur Rezkowati menyampaikan presentasi berjudul ‘Keterampilan Digital dan Pembelajaran Digital’.

Nur memaparkan, empat kecakapan digital yang perlu dimiliki di masa pandemi, yaitu kecakapan menggunakan aplikasi pemasaran digital, aplikasi yang mendukung pembelajaran, aplikasi bidang keuangan dan perbankan, serta aplikasi untuk membuat konten kreatif.

“Kecakapan membuat konten kreatif penting dalam pembelajaran di era digital agar isinya lebih menarik dan tidak membosankan,” tuturnya.

Selanjutnya, Lynvia Gunde membawakan materi dengan topik ‘Pelecehan Seksual di Dunia Digital’.

Lynvia mengungkapkan, 66 persen pelecehan daring berasal dari media sosial dan situs di internet. Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) juga kadang tidak dirasakan dan kerap dijadikan bahan bercanda di internet, sehingga makin serius.

“Bermedia sosial harus beretika. Jangan menyebarkan hal sensitif tentang orang lain tanpa concern atau izin mereka,” ujarnya.

Sebagai pemateri ketiga, Fernando Dotulong membawakan tema ‘Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital’.

Fernando mengatakan, teknologi pendidikan seharusnya mampu mengubah ruang kelas menjadi ruang belajar yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan.

“Untuk itu, pendidik harus cakap menggunakan teknologi agar proses pembelajaran lebih efektif. Guru harus kreatif, inovatif, dan komunikatif, sehingga anak didik juga lebih nyaman dan cepat paham,” jelasnya.

Adapun, Sumarlin sebagai pemateri terakhir, mengupas topik ‘Menganalisis Kasus Cyberbullying dan Cara Menghentikannya’.

Sumarlin menyampaikan, korban perundungan siber perlu diberi respons positif untuk menguatkan mentalnya.

“Ada tiga penguatan, yaitu jangan menanggapi pelaku, bangun kembali kepercayaan diri korban, kumpulkan bukti-bukti lalu laporkan. Mengabaikan pelaku di sini bukan berarti kita lemah, justru ini menunjukkan kedewasaan dalam mengatasi masalah dan lebih bijak dalam bermedia sosial,” tuturnya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab yang dipandu moderator. Para peserta tampak antusias mengirimkan banyak pertanyaan kepada narasumber. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi sepuluh penanya terpilih.

“Apa yang harus kita tanamkan ke anak agar terhindar dari perundungan siber dan bagaimana dukungan yang bisa diberikan kalau anak terlanjur jadi korban?,” tanya Yaskur Muhammad, salah satu peserta kegiatan.

Lynvia Gunde menyarankan, untuk mengajarkan agar anak bisa cerdas secara emosional dalam bermedsos atau menggunakan internet.

“Jika anak menjadi korban perundungan siber, kalau kasusnya tidak terlalu berat, laporkan atau blokir akun pelaku perundungan. Tapi, kalau sudah parah, kumpulkan bukti dan laporkan ke polisi,” sarannya.

Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top