search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Indira Tekankan Pentingnya PHBS dalam Pencegahan Stunting

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 13 November 2021 09:00
NARASUMBER. Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail (kedua kiri), saat menjadi narasumber dalam kegiatan advokasi program KKBPK di Hotel Horizon Makassar, Jumat (12/11/2021). foto: istimewa
NARASUMBER. Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail (kedua kiri), saat menjadi narasumber dalam kegiatan advokasi program KKBPK di Hotel Horizon Makassar, Jumat (12/11/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, memaparkan upaya pencegahan stunting melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) saat menjadi narasumber dalam kegiatan advokasi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Hotel Horizon Makassar, Jumat (12/11/2021).

“Anak yang lahir dari ibu yang memperhatikan kehamilannya, Insya Allah akan melahirkan generasi unggul, anak yang cerdas, dan sehat,” tutur Indira.

Untuk itu, dibutuhkan upaya bersama, untuk membebaskan Kota Makassar dari status stunting. Memberikan pemahaman tentang perilaku hidup sehat, dapat menjadi salah langkah komprehensif untuk menyelamatkan generasi penerus dari stunting.

Pemerintah pusat menargetkan anak Indonesia bebas stunting di 2030 mendatang. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mencapai hal tersebut.

“Hal ini sudah menjadi program prioritas pusat, sehingga di daerah pun harus memprioritaskan. Karena anak adalah investasi sumber daya untuk melahirkan generasi emas. Salah satu poin penting, yakni memperhatikan 1.000 hari pertama kelahiran,” kata Indira.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar, drg Ita Isdiana Anwar, menambahkan, dalam kegiatan advokasi ini, dihadadiri seluruh stakholder, mulai dari bidan, kepala UPT, imam masjid, hingga RT/RW maupun lurah.

“Hal ini agar mampu mengoptimalkan upaya mewujudkan keluarga berkualitas di Kota Makassar,” ujarnya.

Keluarga sebagai pondasi lahirnya generasi berkualitas, dengan adanya peran dari berbagai stakholder mampu memberikan edukasi kepada masyarakat di berbagai lini.

“Semisal untuk imam masjid, dengan adanya advokasi ini, mereka nantinya mampu memberikan bekal kepada calon pengantin tentang bagaimana membentuk keluarga yang berkualitas sebelum memasuki pernikahan,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top