search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny Pomanto Paparkan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Kelompok di Makassar

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 18 November 2021 09:00
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa

Festival HAM Apeksi 2021

PLUZ.ID, SEMARANG – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, didaulat tampil sebagai pembicara pada Festival Hak Asasi Manusia (HAM) Tahun 2021.

Festival HAM diinisiasi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) berkolaborasi dengan The Asia Foundation (TAF) yang digelar di Hotel PO, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (17/11/2021).

Sesuai dengan tema ‘Pemenuhan Hak dan Perlindungan Kelompok Minoritas di Tingkat Kota’, Danny memaparkan komitmennya dalam pemenuhan hak dan perlindungan kelompok di Kota Makassar seperti yang tertuang dalam visi misi Danny-Fatma (Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi).

“Dalam visi misi selalu saja ada kata untuk semua, kata untuk semua menjadi kunci bahwa Makassar itu egaliter. dimana Sombere’ kemampuan Makassar memperlakukan orang lain dengan sangat baik,” katanya.

Danny Pomanto berbicara tentang HAM, komitmen yang terbaik adalah regulasi atau aturan. Dimana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mempunyai komitmen sangat kuat dalam persoalan HAM dan diskriminasi.

“Rencana aksi daerah itu banyak yang belum kuat dan kami sudah segera setelah perda, berkomitmen perwalikan draf disabilitas inilah adalah bentuk intervensi Pemkot Makassar dan yang buat mereka sendiri,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Danny, contoh terbaik di dalam penerapan HAM dari berbagai aspek yang selalu dijaga dalam pemerintahannya

“Contohnya selama ini tidak pernah ada camat dari Toraja, sekarang kita siapkan satu untuk Toraja,” ujarnya.

Selain itu, Danny memaparkan pula, peran lokal influencer di tingkat RW/ RT yang mempunyai peran sangat penting, sebagai struktur informasi di tengah masyarakat.

Selain itu, festival budaya yang sudah masuk dalam agenda top ten internasional Festival Indonesia F8 melibatkan pengungsi dari luar.

“Kami melibatkan mereka untuk ikut ambil bagian dalam festival budaya, banyak kota-kota yang tidak mau menerima, Makassar menerima, namun kita kasih batas 2 ribu orang kita libatkan dalam festival budaya dari Afganistan, Iran, dan Kongo,” jelasnya.

Hadir pula dalam festival HAMI ini, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Edward OS Hiariej, Wakil Ketua Eksternal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Amiruddin, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, serta Ketua Dewan Pengurus dan juga Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top