PLUZ.ID, MAKASSAR – Dinas Kebudayaan Kota Makassar terus giat dalam menanamkan kesadaran pentingnya budaya lokal Makassar kepada pelajar.
Melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfida Attas, melakukan terobosan dengan memperkenalkan sejak dini keberagaman budaya Makassar kepada anak-anak sebagai bekal masa depan. Yaitu, melalui program Belajar Bersama di Museum Kota Makassar dan Jelajah Nilai Budaya.
“Anak-anak SD (Sekolah Dasar) dan SMP (Sekolah Menengah Pertama), negeri maupun swasta kita hadirkan ke Museum Kota Makassar. Agar mereka bisa tahu budaya Makassar dan sejarah Pemerintahan Makassar. Termasuk wali kota-wali kota pada zamannya,” ujar Herfida Attas, Senin (29/11/2021).
Herfida Attas mengatakan, pelajar yang datang di Museum Kota Makassar akan diajarkan tentang budaya khas Makassar yang melekat dalam kehidupan sehari-hari, seperti budaya sopan santun kepada orang tua dan guru, saling menghargai, dan tolong menolong. Termasuk melihat kurang lebih 600-an kolekai benda pusaka yang ada di Museum Kota Makassar.

Pelajar mengikuti program Belajar Bersama di Museum Kota Makassar dan Jelajah Nilai Budaya. foto: istimewa
“Anak-anak ke museum, antara kain untuk mengetahui sejarah Kota Makassar dan pemerintahannya juga mengenal koleksi-koleksi bersejarah yang ada di dalam museum,” katanya.
“Jadi anak-anak kita bekali budaya khas Makassar sebagai generasi penerus. Termasuk mengenalkan budaya Makassar, seperti menari kolosal Bugis Makasaar, menari adat, penampilan menyanyi hingga menampilkan musik tradisional dari gendang dan kecapi, termasuk cara menyulam,” tambahnya.
Herfida Attas mengatakan, terobosan lain yang dilakukan Dinas Kebudayaan Makassar adalah program Museum Keliling.
“Jadi bukan cuman anak-anak yang dihadirkan di Museum Kota Makassar. Ada juga Museum Keliling. Yaitu, tim Dinas Kebudayaan Makassar UPT (Unit Pelaksana Teknis) Museum, dengan membawa narasumber mendatangi masyarakat mensosialisasikan budaya dan sejarah Makassar,” katanya.

Pelajar mengikuti program Belajar Bersama di Museum Kota Makassar dan Jelajah Nilai Budaya. foto: istimewa
Herfida Attas menjelaskan, keberadaan Belajar Bersama di Museum Kota Makassar dan Jelajah Nilai Budaya serta program Museum Keliling untuk menanamkan budaya kepada anak-anak.
“Budaya harus ditanamkan baik-baik kepada anak-anak kita demi masa depan mereka guna memperkuat jati diri anak-anak. Harus diperkuat budayanya, agar tidak melupakan dan tahu apa ciri khasnya sebagai orang Makassar,” jelasnya.
“Contohnya saja, Bahasa Makassar tidak boleh ditelan zaman, justru harus diperkuat dengan mengenal budaya yang ada. Apalagi, di era globalisasi saat ini. Anak-anak kita banyak nonton film luar negeri, jangan sampai justru budaya luar yang melekat kepada anak-anak kita. Jangan sampai budaya tabe hilang,” tambahnya.
Herfida Attas mengatakan, cinta budaya sebagai upaya melestarikan budaya Makassar dimulai dari anak-anak.

Andi Herfida Attas. foto: istimewa
“Jadi kita bisa melihat cintanya anak-anak kita dengan budayanya sendiri,” katanya.
“Seperti kata Pak Wali (Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto), kita tidak perlu malu dengan bahasa dan dialek, justru itulah yang akan menjadi pengenal atau identitas kita sebagai orang Makassar,” tambah Herfida Attas.
Program Dinas Kebudayaan Kota Makassar ini, sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, yang mengajak pelajar berkunjung ke museum dan mengajak seluruh warga utamanya generasi penerus bangsa untuk tidak melupakan budaya yang ada.
“Era boleh berganti, tapi budaya harus di pertahankan. Sejarah tidak bisa dilupakan. Saya minta kepada Dinas Pendidikan Makassar semua SD juga SMP harus secara bergiliran berkunjung ke museum untuk mengetahui jejak masa lampau,” tegas Danny Pomanto, pada Peringatan Hari Kebudayaan Kota Makassar, 1 April 2021, beberapa waktu lalu. (***)