Selain Padi, Mentan Dorong Komoditas Kelapa dan Kopi Bulukumba
PLUZ.ID, BULUKUMBA – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengunjungi hamparan lahan sawah pengembangan budidaya padi IP400 atau penanaman padi 4 kali setahun di Desa Bialo, Kecamatan Gantarang, Bulukumba seluas 250 Hektare (Ha), Minggu (6/2/2022).
SYL mengatakan, pertanian Bulukumba tidak boleh kalah dengan daerah lain. Program padi IP400 ini adalah upaya mendorong produktivitas, produksi dan kesejahteraan petani dengan bertani yang maju, mandiri, dan modern yang mengoptimalkan potensi sumber daya alam.
“Air dan sinar matahar kita tersedia sepanjang musim, ini yang kita optimalkan untuk kemajuan pertanian agar tetap tangguh di tengah dampak perubahan iklim dan pandemi Covid-19,” kata Mentan SYL pada kunjungan tersebut.
SYL menuturkan, budidaya padi IP400 di Bulukumba saat ini seluas 250 hektare harus diperluas, sehingga di 2022 ini, bantuan ditingkatkan menjadi 2.000 hektare. Kunci program IP400, yakni menggunakan benih genjah, kualitas unggul, pupuk berimbang, pupuk organik, dan manajemen air irigasi.
Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini, menginginkan pengembangan budidaya padi di Bulukumba harus naik kelas. Karena itu, kualitas penggilingan padi (Rice Milleng Unit/RMU) harus naik kelas dengan kapasitas penggilingannya naik dan beras yang menghasilkan berkualitas tinggi, sehingga ke depan tak hanya untuk mencukupi kebutuhan sendiri, tapi juga ekspor.
“Pertanian kita jangan lagi seperti dulu, tapi harus naik kelas. Bila perlu kita ekspor beras dari Bulukumba. Saya pun dukung pakai dana KUR (Kredit Usaha Rakyat), kita tidak boleh manja-manja dengan bantuan, APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) tidak cukup, petani harus berpikir dan bertindak maju,” katanya.
Tidak hanya padi, SYL pun mendorong kemajuan pertanian Bulukumba, yakni budidaya komoditas strategis dan unggulannya lainnya, seperti kelapa, sapi, kopi, dan jagung. Mekanisasi pertanian pun didorong termasuk fasilitas dana KUR yang lebih besar.
“Bantuan harus kita fokuskan dalam skala ekonomis dulu yang jelas memberikan hasil. Bulukumba punya potensi lahan kelapa 13 ribu hektare, kita fokuskan dulu bantuan pengembangannya 2 ribu hektare berikut kita bangun hilirisasinya,” urai SYL.
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyebutkan, pihaknya dan masyarakat Bulukumba sangat mengapresiasi bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) dan berharap memberikan perhatian yang lebih besar lagi untuk kemajuan sektor pertanian. Alhasil, berkat dukungan Kementan, sektor pertanian menjadi penyelamat pertumbuhan ekonomi Bulukumba.
“Berdasarkan data, nilai dan kontribusi sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi dari tahun 2015 sampai 2020, sektor ini memberikan kontribusi terbesar dalam perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Sulsel 2020 terjun bebas pada angka minus akibat pandemi Covid-19, Namun, Kabupaten Bulukumba masih berada di angka positif yaitu 0,43 persen,” ucapnya. (***)