PLUZ.ID, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi data resmi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel terkait dengan peningkatan nilai ekspor Sulsel Year on Year (YoY), periode Januari 2022 yang meningkat secara signifikan dibanding tahun-tahun sebelum pada periode yang sama.
“Alhamdulillah, nilai ekspor kita berdasarkan data BPS meningkat signifikan, yakni mencapai US$129,06 juta atau setara dengan Rp1,8 triliun (kurs Rp14.300). Angka ini meningkat 74,30 persen jika dibandingkan Januari 2021 lalu sebesar US$74,04 juta, dan pada Januari 2020 lalu mencapai US$70,67 juta,” jelasnya.
Menurutnya, berdasarkan data yang disampaikan BPS Sulsel tersebut menunjukkan jika pemerintah provinsi terus melakukan upaya pemulihan ekonomi daerah melalui peningkatan ekspor komoditi ke sejumlah negara.
“Tentu ini menjadi langkah kita untuk memulihkan perekonomian Sulsel terutama dalam masa pandemi yang masih melanda negara kita. Saya kira kita akan terus menggenjot nilai ekspor kita,” katanya.
Sementara, Kepala BPS Sulsel, Suntono, dalam pernyataan rilisnya kepada media secara virtual pada Selasa 1 Maret, menyebut nilai ekspor Sulsel secara Year on Year (YoY) periode Januari mencapai US$129,06 juta atau meningkat 74,30 persen dibandingkan pada tahun 2021 dengan periode bulan yang sama mencapai US$74,04 juta, dan pada Januari 2020 nilai ekspor Sulsel mencapai US$70,67 juta.
“Kalau kita bandingkan dengan bulan yang sama pada tahun-tahun sebelumnya terutama di tahun 2020 dan 2021 angka ini meningkat sangat signifikan,” ucapnya.
Suntono mengungkapkan, lima negara terbesar yang menjadi tujuan ekspor Sulsel, yakni ke Jepang, Tiongkok, India, Taiwan, dan Korea Selatan.
“Nilai ekspor tujuan Jepang sebesar US$75,76 juta, untuk tujuan Tiongkok tercatat sebesar US$28,31 juta, ke India nilai ekspor Sulsel mencapai US$16,32 juta, dan tujuan Taiwan US$2,39 juta, serta ke Korea Selatan nilai ekspor Sulsel mencapai US$1,30 juta,” ungkapnya.
Suntono mengungkapkan, lima komoditi utama yang di ekspor Sulsel, yakni nikel dengan nilai ekspor tercatat US$71,36 juta, besi dan baja dengan nilai ekspornya mencapai US$24,65 juta.
“Selanjutnya, biji-bijian berminyak dengan nilai ekspornya US$12,21 juta, garam, belerang, dan kapur dengan nilai ekspornya mencapai US$5,88 juta, dan yang terakhir, yaitu komoditi lak, getah, dan damar dengan nilai ekspor mencapai US$4,93 juta,” lanjutnya. (***)