Beni Iskandar Inisiasi Pertemuan Pensiunan dengan Bumiputera
Kisruh Dana Pensiunan Perumda Air Minum Kota Makassar
PLUZ.ID, MAKASSAR – Polemik dana pensiunan pegawai Perumda Air Minum Kota Makassar (PDAM Kota Makassar) yang berlangsung sejak 2019 lalu tak kunjung menemui penyelesaian.
Hal ini menjadi perhatian serius Penjabat Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Beni Iskandar, guna mendapatkan solusi atau jalan keluar.
Oleh karena itu, Beni mengundang AJB Bumiputera 1912 untuk ikut memberikan penjelasan seputar masalah yang membelit dana pensiunan pegawai Perumda Air Minum Kota Makassar ini, Kamis (17/3/2022).
Beni mengatakan, inisiasi untuk mempertemukan antara semua pensiunan dengan Bumiputera ini, memang sudah lama direncanakan untuk mengetahui duduk persoalannya, sehingga dapat dicarikan solusi yang paling tepat.
Diakui, polemik ini mulai berlangsung sejak 2019, karena sejak tahun itu tidak ada lagi pembayaran kepada pensiunan dari AJB Bumiputera 1912 dengan alasan Perumda Air Minum Kota Makassar juga tidak melakukan pembayaran iuran, yang disebabkan adanya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulsel.
“Kami ini sudah punya itikad baik untuk bertemu dan membahas bersama, jadi harap hentikan manuver dan berbicara di media perihal perusahaan akan membayar, tetapi kami menjanjikan untuk memediasi. Ini kan masalah lama dan saya yang berusaha mencari jalan keluar,” ungkapnya.
“Jadi harap bersabar saja, ini kita akan buatkan tim khusus yang akan mengurus ini semua, terdiri dari direksi, tim hukum, penjabat, dan perwakilan pensiunan supaya semua dapat mengetahui tentang apapun pembicaraan yang dibahas,” tambahnya.
Sementara, dari perwamilan AJB Bumiputera 1912 yang diwakili Kepala Cabang Asuransi Kumpulan (Askum), Ali, mengatakan, pihaknya selalu terbuka dan siap memberikan informasi lengkap tentang pembayaran dana pensiunan pegawai.
“Memang ada beberapa masalah yang harus dibicarakan apalagi prosesnya ini masih deadlock, karena masing-masing pihak belum bisa mengambil kesimpulan,” ujarnya.
“Jadi pembentukan tim yang diinisiasi Pak Penjabat Dirut (Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar) merupakan solusi terbaik, karena melibatkan semua pihak agar tidak lagi sangkaan bahwa ini dibiarkan atau tidak diurus, sehingga semua pihak tahu perkembangan pengurusannya,” terang Ali. (***)