search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Healty Cities Summit Semarang 2022, Danny Pomanto Paparkan Inovasi Kemandirian dan Tata Kelola RSUD

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 30 Maret 2022 09:00
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa

PLUZ.ID, SEMARANG – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, tampil sebagai narasumber pada seminar nasional Inovasi Penguatan Kemandirian dan Tata Kelola serta Best Practise Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Seminar nasional ini merupakan sesi keempat dari rangkaian acara even Summit Seminar dan Expo Kabupaten/Kota Sehat (Healthy City Summit) 2022 di Pancowati Patra Semarang Hotel dan Convention, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (29/3/2022).

Seminar ini juga merupakan bentuk kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang diketuai Bima Arya yang juga Wali Kota Bogor.

Di hadapan peserta yang hadir Danny Pomanto berbagi pengalaman tentang bagaimana proses transformasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar, dari rumah sakit daerah yang tidak diperhitungkan kini menjadi rumah sakit daerah yang modern.

Danny menuturkan, pada saat dirinya terpilih menjadi Wali Kota Makassar periode pertama, Ia fokus membangun bidang kesehatan.

“Suatu kehormatan bagi saya, membangun sistem kepala kesehatan Rumah Sakit Daya. Dimana rumah sakit milik pemkot tersebut sekarang istimewa karena 97,5 persen menanggung BPJS Kesehatan dari 1,6 juta penduduk yang menetap di Makassar,” ucapnya.

Danny menjelaskan, akibat konsekuensi yang tidak bisa menahan laju urbanisasi, dikarenakan hampir kurang lebih 100 ribu warga, keluar masuk Makassar.

Hal ini menjadi persoalan utama di kota besar adalah mereka yang tidak terbit Kartu Tanda Penduduk (KTP)-nya, karena akte kelahiran tidak terbit, akte kelahiran dari kampung asalnya tidak ada.

“Maka dari itu Pemkot Makassar dengan RSUD tetap melayani semua masyarakat tanpa BPJS. Semua RS Makassar kalau ada orang tidak punya BPJS kami layani dengan ikhlas dan ada anggaran untuk itu. Semua harus dilayani, orang yang terlantar masuk ke kota, tidak boleh ditelantarkan, Siapa pun penduduk Makassar harus dilayani,” jelasnya.

Danny mengatakan, pada saat dirinya membangun anatomi kesehatan, dirinya membuat revolusi di RS milik pemerintah daerah tersebut.

“Alhasil RSUD Daya dari rumah sakit tipe C saat ini telah menjadi rumah sakit tipe A plus hanya dalam satu tahun kepemimpinan saya,” ujar Danny.

Begitupun pada saat dilantik 26 Februari 2021 untuk memimpin kembali Kota Makassar, kata Danny, pada saat itu situasi pandemi Covid-19, sehingga dirinya mencanangkan program Makassar Recover.

“Semua harus position digital. Kami membuat Lab PCR 4 Gen, juga melibatkan 15 ribu influencer remaja berusia 25 tahun untuk diterjunkan langsung memeriksa kesehatan warga, semua alat kami lengkap. Kalau kita mau membangun Health Security kuat, jangan takut untuk membeli alat yang canggih,” jelasnya.

Dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Makassar Metaverse yang digelar Pemkot Makassar, diikuti 51 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), RS Daya telah menyiapkan konten metaverse, yakni diagnosa setelah tes lab.

“Dia akan lihat sakit kita apa, seumpamanya di paru-paru, langsung ditunjuk Avatar untuk menentukan titik diagnosanya, selanjutnya memperlihatkan tiga dimensi paru-paru tersebut. Oleh karena itu, kami berkomitmen serius membangun Kota Metaverse,” tutupnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top