search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tips Puasa Ala Danny Pomanto

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 03 April 2022 23:00
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, pada Ramadan tahun ini sangat bersyukur. Pasalnya, pemerintah pusat memberikan hadiah terbaik untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, yakni diperkenankan untuk ibadah secara bertingkat jauh dari kondisi dari dua tahun yang lalu.

Meski demikian, kelonggaran yang diberikan dibarengi dengan imbauan untuk tetap menjaga protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menghindari bersalaman secara langsung usai beribadah.

“Kelonggaran ini semoga tidak membentuk klaster masjid tahun ini. Keadaan sekarang jauh lebih baik dibanding dua tahun lalu. Tetap kita imbau dan pantau perkembangan Covid-19. Hari pertama bulan puasa ini, Alhamdulillah jumlah kasus menurun,” ucap Danny di kediaman pribadinya, Minggu (3/4/2022).

Tak hanya itu, fungsi pemerintahan, kata Danny, ia memerintahkan Satgas Covid Hunter, Satgas Detektor, dan Satgas Raika untuk tetap memantau masjid dan lokasi yang tidak menjalankan protokol kesehatan.

Camat, Lurah, dan RT/RW pun turun langsung untuk mendeteksi masyarakat yang berada di masjid, namun mengalami demam, flu, dan batuk seberapa banyak. Agar secepatnya bisa didata dan mendapat tindakan medis.

“Tapi saya bersyukur masyarakat Kota Makassar sangat menjaga dirinya. Buktinya vaksin pertama sudah hampir 100 persen. Bahkan, sudah banyak yang telah vaksin booster. Semoga herd immunity kita semakin membaik,” sebutnya.

Danny juga membagikan pengalamannya pada bulan Ramadan saat periode pertamanya.

Biasanya setiap hari Senin setiap Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyebar ke masjid bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melakukan ceramah singkat.

“Banyak kebiasaan yang hilang selama dua tahun lalu setelah periode pertama kami. Seperti berbuka puasa bersama anak yatim di Pantai Losari. Jadi setiap ASN (Aparatur Sipil Negara) menanggung buka puasa satu orang anak yatim piatu. Itu kebiasaan saya dan jajaran di periode pertama. Tapi Kali ini juga tidak bisa karena pandemi,” ungkapnya.

Selama bulan suci Ramadan juga Danny mengaku, hanya tidur satu jam lalu lanjut beraktivitas bertemu dengan masyarakat.

“Habis tarawih, Salat Lail, lalu lanjut sahur, Salat Subuh, dan setelah itu baru saya tidur sejam lalu lanjut aktivitas. Ini sudah saya biasakan sejak saya masih muda. Saya bawa kebiasaan ini hingga memilki anak. Anak saya pun ramai-ramai berlomba untuk khatam Qur’an,” paparnya.

Ditanya apakah tidak merasa lelah dengan aktivitas padat dan tidur hanya satu jam, Danny menjawab, untuk menjalankan itu semua manusia butuh keikhlasan dan hati yang bersih.

“Karena dengan keikhlasan dan hati yang bersih terdapat kekuatan yang sangat besar untuk menjalankan kehidupan kita. Jadi rasa capek itu tidak akan terasa,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top