search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Balitbangda Makassar Evaluasi Inovasi OPD dan Perusda

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 20 April 2022 09:00
Andi Bukti Djufrie. foto: istimewa
Andi Bukti Djufrie. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Makassar menggelar pengembangan inovasi dan teknologi di Hotel Santika Makassar, Selasa (18/4/2022).

Agendanya, evaluasi hasil inovasi post Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) dalam mengoptimalkan penyusunan proposal inovasi daerah. Seluruh inovator tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikumpulkan.

Kepala Balitbangda Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menyampaikan, pihaknya sengaja mengumpulkan inovator untuk melihat langsung progres usulan inovasi saat rakorsus, beberapa waktu lalu.

“Jadi mengumpulkan kembali seluruh inovator OPD dan Perusda (Perusahaan Daerah) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam rangka mengevaluasi kembali inovasi yang telah dibuat,” ujar Andi Bukti Djufrie, Selasa (19/4/2022).

“Kita minta untuk dilengkapi apa yang belum lengkap dengan melakukan kegiatan pendampingan sehingga inovasi yang dihasilkan dapat juga diikutkan dalam kompetisi lomba IGA (Innovative Government Award) 2023,” tambanya.

Pasca rakorsus, kata dia, ada 200 inovasi dan aplikasi yang berasal dari OPD dan perusda. Itu, yang akan dipantau sejauh mana perkembangannya. Jika ada masalah, akan diberikan solusi agar inovasi tersebut bisa disodor dalam IGA 2023.

“Kita juga berikan motivasi ke para inovator agar inovasi yang diusul bisa masuk syarat IGA 2023,” tegasnya.

Apalagi, sambung Bang Yos, sapaan akrab Andi Bukti Djufrie, Pemkot Makassar secara berturut-turut mulai 2017 hingga 2021 memperoleh penghargaan tertinggi sebagai kota terinovatif pada kompetisi IGA.

“Itulah perlu kerjasama dari setiap OPD agar inovasinya dapat berjalan secara berkelanjutan, sehingga Kota Makassar tidak mengalami penurunan dan tetap menjadi kota terinovatif,” paparnya.

Terpisah, Evaluator Inovasi, Ihsan, memberi kesempatan bagi tiap instansi untuk memaparkan inovasinya yang kemudian ditindaklanjutinya dengan menunjukkan dimana kekurangan masing-masing, sehingga dapat disempurnakan.

“Adapun kendala yang banyak dihadapi para inovator yaitu terkait dengan SK (Surat Keputusan) tim inovasi pada OPD yang belum rampung,” jelas Ihsan.

Sementara, Evaluator Inovasi, Ikram Trianto, yang juga Pengelola Laboratorium Inovasi Kota Makassar mengevaluasi inovasi yang telah berjalan dari 2020 dan 2021 terkait tingkat kematangan inovasi untuk diikutkan pada kompetisi IGA 2022.

“Setelah kegiatan evaluasi ini, inovator diarahkan untuk menyempurnakan dan melengkapi data-data indikator inovasi dengan terus berkoordinasi dengan Balitbangda,” jelas Ikram. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top