search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Guru Besar Unhas Puji Kebijakan Gubernur Sulsel Tahan TPP ASN Tak Booster

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 28 Mei 2022 19:00
Prof Muh Tahir Kasnawi. foto: istimewa
Prof Muh Tahir Kasnawi. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, belum lama mengeluarkan sebuah kebijakan untuk mendongkrak persentase masyarakat vaksinasi 3 (lanjutan/booster) di Sulsel dengan mengharuskan segera para Aparatur Sipil Negera (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melakukan vaksinasi booster, jika tidak, maka Pemprov Sulsel tahan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Kebijakan orang nomor satu di Sulsel ini, ditanggapi positif guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Muh Tahir Kasnawi.

Menurut Prof Tahir, kebijakan gubernur tersebut sudah sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan persentasi vaksin booster di Indonesia. Apalagi, kebijakan ini tidak masalah, karena negara dalam keadaan pandemi.

“Selain itu, tentu sebagai ASN harus menjadi garda terdepan dalam menjadi contoh bagi masyarakat luas. Bukan justru masyarakat yang disuruh vaksin ASN malah belum. Saya setuju dan memuji itu (kebijakan),” jelas Prof Tahir yang juga pakar kebijakan publik ini.

Selain itu, lanjut Prof Tahir, jika ada penilaian gubernur terkesan semena-mena dengan mengungkung hak ASN, hal itu tidak benar, karena yang ditahan bukan gaji, tapi TPP.

“TPP itu beda dengan gaji. Gaji itu wajib dibayarkan ASN, nah TPP itu berbasis kinerja. ASN Menjadi panutan masyarakat adalah Kinerja juga, artinya salah satu instrumen kinerja. Ingat tiga kompetensi dasar ASN, teknis, manajerial, dan sosial kultural. Nah sosial kultural namanya ini, dimana ASN menjadi contoh yang baik. Dan memiliki attitude yang baik,” beber Prof Tahir.

Kendati demikian, Prof Kasnawi mengingatkan, Pemprov Sulsel untuk tetap mengedepankan hal ini, yakni pengecualian bagi ASN yang tidak bisa secara medis divaksin, karena hal-hal lain sesuai rekomendasi medis.

Sekedar diketahui, sejak kebijakan ini, diberlakukan Pemprov Sulsel, Klinik Kantor Gubernur Sulsel penuh dengan ASN yang ingin melakukan booster. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top