search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Basse Daeng Nai ri Rusunawa Tak Mengacu Sosok Perempuan, Balitbangda Makassar Daftarkan HaKI

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 01 Juni 2022 22:00
MOU. Pemkot Makassar dan Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel meneken MoU di bidang kekayaan intelektual Kepala Balitbangda Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie (kedua kanan) di Four Points by Sheraton Hotel Makassar, Selasa (31/5/2022). Turut hadir Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa
MOU. Pemkot Makassar dan Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel meneken MoU di bidang kekayaan intelektual Kepala Balitbangda Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie (kedua kanan) di Four Points by Sheraton Hotel Makassar, Selasa (31/5/2022). Turut hadir Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Nama Basse di masyarakat etnis Bugis Makassar kerap mengacu pada sosok perempuan. Namun, Basse Daeng Nai ri Rusunawa bila diartikan secara harfiah bukanlah sosok perempuan bernama Basse Daeng Nai yang tinggal di Rusunawa.

Basse Daeng Nai ri Rusunawa merupakan akronomi atau singkatan. Basse Daeng Nai ri Rusunawa akronim dari Bayar Sendiri dengan Non Tunai di Rumah Susun Sederhana Sewa.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan, Basse Daeng Nai ri Rusunawa merupakan salah satu jenis ciptaan berupa layanan. Bentuknya sistem pembayaran yang diterapkan di Rusunawa Makassar.

Nah, Balitbangda Kota Makassar melakukan pendampingan untuk memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual atau HaKI dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Salah satu program Balitbangda saat ini terus mendorong peningkatan dan perlindungan kekayaan intelektual.

Saat ini, sudah ada sepuluh inovasi dari Pemkot Makassar yang berhasil memperoleh HaKI. Keberhasilan memperoleh pengakuan kekayaan intelektual itu ditandai dengan terbitnya Surat Pencatatan Ciptaan dari Kemenkumham. Semua tak lepas dari peran dan pendampingan Balitbangda Kota Makassar.

Andi Bukti Djufrie mengungkapkan, selain Basse Daeng Nai ri Rusunawa, inovasi lain yang juga mendapat pengakuan kekayaan intelektual adalah program Makassar Recover dari Dinas Kesehatan. Ternyata, Kota Makassar sangat kaya akan kekayaan intelektual.

Bahkan, teknik membakar ikan saja, ungkap Wali Kota Makassar, juga merupakan kekayaan intelektual. Teknik membakar ikan orang-orang di Makassar sangat khas. Semakin panas dalam proses pembakaran, bebernya, ternyata membuat aroma dan rasa ikan semakin lezat.

“Ini kekayaan barbeku dengan teknik memasak ikan,” ungkapnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top