search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Chairman Huayou dan CEO Vale Kunjungi Area Proyek Blok Pomalaa

doelbeckz - Pluz.id Senin, 13 Juni 2022 19:00
KUNJUNGAN. Chairman Zhejiang Huayou Cobalt Company Limited Chen Xuehua (Chairman Chen) bersama CEO PT Vale Febriany Eddy saat mendarat di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Rabu (8/6/2022). foto: istimewa
KUNJUNGAN. Chairman Zhejiang Huayou Cobalt Company Limited Chen Xuehua (Chairman Chen) bersama CEO PT Vale Febriany Eddy saat mendarat di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Rabu (8/6/2022). foto: istimewa

PLUZ.ID, KOLAKA – Perkembangan proyek di Blok Pomalaa mendapatkan perhatian serius dari manajemen PT Vale Indonesia, Tbk (PT Vale) dan mitranya Zhejiang Huayou Cobalt Company Limited (Huayou).

Selama dua hari, Rabu hingga Kamis (8-9/6/2022), Chairman Zhejiang Huayou Cobalt Company Limited Chen Xuehua (Chairman Chen) bersama CEO PT Vale Febriany Eddy bertemu dengan Bupati Kolaka Ahmad Safei dan juga mengunjungi lokasi proyek, diantaranya pelabuhan, area penambangan, dan rencana area High Pressure Acid Leach (HPAL) Plant.

Chairman Chen dan rombongan secara khusus terbang dari Zhejiang, China, dan mendarat di Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Pada kunjungan ini, PT Vale dan Huayou kembali mempertebal komitmen dan soliditas, agar proyek di Blok Pomalaa segera terealisasi, dan beroperasi dengan semangat keberlanjutan.

CEO PT Vale Indonesia, Febriany Eddy, menegaskan, proyek di Pomalaa bukan ‘akan’ melainkan ‘sedang’ dalam tahap pengerjaan.

Dalam pertemuan dengan Bupati Kolaka, Ahmad Safei, menyampaikan PT Vale diharapkan lebih cepat merealisasikan pabrik di Kolaka. Dengan berdirinya pabrik, akan memberdayakan masyarakat lokal sehingga angka pengangguran dan kemiskinan bisa berkurang.

Selanjutnya, Ahmad Safei juga menyampaikan, jika PT Vale membutuhkan bantuan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka, siap membantu sesuai dengan kewenangannya.

Sementara, Chairman Chen, menyatakan, pihaknya melihat kerja sama yang bagus, kolaborasi yang bagus antara Vale dengan masyarakat sekitar, sehingga akan merasa lebih tenang.

VP Huayou, Gao Baojun, menambahkan, setelah berkunjung langsung ke Blok Pomalaa, pihaknya semakin optimis investasi di Pomalaa adalah keputusan yang baik, dan proyek ini menjadi salah satu yang terbaik bagi Huayou.

“Selama pelaksanaan (proyek) nanti, terkait dengan pelaksanaan komponen ESG dan juga untuk bagian social and communication, perlu juga kerja sama dari Vale untuk bersama-sama mewujudkan kinerja ESG yang lebih baik,” jelasnya.

Kesepakatan antara PT Vale Indonesia dimulai pada penandatanganan kerangka kerja sama dengan Huayou pada 27 April 2022 lalu. Pada kerangka kerja sama, Huayou akan membangun pabrik HPAL dengan teknologi dan proses sesuai standar kelas dunia.

Sementara, PT Vale Indonesia berperan melakukan penambangan nikel berupa bijih limonit dan bijih saprolit berkadar rendah. Operasi HPAL di Blok Pomalaa ini, menargetkan kapasitas produksi hingga 120.000 metrik ton nikel per tahun.

PT Vale dan Huayou sepakat untuk berkerja sama dengan skema rendah karbon. Keduanya berkomitmen untuk sama sekali tidak menggunakan batu bara sebagai bahan baku pembangkit listrik.

Dengan kata lain, PT Vale dan Huayou akan mencari alternatif sumber energi yang lebih ramah lingkungan untuk meminimalisasi jejak karbon dari operasi pertambangan di wilayah ini. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top