search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tiga Kunci Raih Prestasi ala Andi Bukti Djufrie

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 24 Juni 2022 19:00
Andi Bukti Djufrie. foto: istimewa
Andi Bukti Djufrie. foto: istimewa

SETIAP pemimpin punya cara tersendiri agar berhasil untuk mengelola ruang lingkup kerja ketika diberikan amanah. Bahkan, jurus rahasia tersebut bisa membawa kesuksesan hingga dianugerahi penghargaan bergengsi tingkat nasional.

Hal itu juga dimiliki, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie.

Menurutnya, menjadi seorang birokrat apalagi memimpin suatu instansi sangat tidak mudah. Berbagai perbedaan akan menjadi kendala jika tidak memiliki jurus rahasia.

Andi Bukti Djufrie mengatakan, ada tiga kunci yang membuatnya sejauh ini berhasil memimpin Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD). Kunci pertama, yakni komitmen, karena hal ini diyakini akan membuat semua pegawai dalam satu instansi akan bergerak bersama jika komitmen kuat.

“Paling utama itu komitmen, itu kita tanamkan ke staf mulai dari cleaning service sampai kepala badan. Ketika komitmen sudah ada, maka pekerjaan yang baik akan datang dengan sendirinya,” kata Andi Bukti Djufrie, Jumat (24/6/2022).

Andi Bukti Djufrie bersama istri dan anak tercinta. foto: istimewa

Bang Yos, sapaan akrab Andi Bukti Djufrie, komitmen sudah ia tanamkan sejak pertama kali memimpin SKPD, yakni di tingkat kecamatan. Hal itu terus ditekankan kepada pegawai di setiap kesempatan, saat memimpin upacara bahkan sampai dengan agenda rapat.

Komitmen itu, kata Andi Bukti Djufrie, juga diterapkan saat memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar. Pada tahun pertama, telah mendapat apresiasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia sebagai pelayanan publik terbaik.

Bahkan, prestasi tersebut dipertahankan dua tahun berikutnya, yakni 2018 dan 2019 menjadi yang terbaik.

Kemudian, saat Andi Bukti Djufrie memimpin Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Makassar. Ia menyakini tidak ada yang sempurna, namun mempertahankan prestasi menjadi komitmennya.

“Di manapun berada kita ingin semua hal berjalan dengan baik. Maka, komitmen itu yang harus dihadirkan dulu dan kebersamaan,” ucapnya.

Andi Bukti Djufrie bersama istri dan anak tercinta. foto: istimewa

Kedua, sambung Andi Bukti Djufrie, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi perhatiannya ke pegawai. Pasalnya, seiring kemajuan zaman dengan perubahan teknologi yang semakin pesat juga diikuti kemampuan dari SDM yang bekerja di Balitbangda Kota Makassar.

“Kalau tidak ada perubahan SDM dari staf, maka mereka akan tertinggal,” bebernya.

Terakhir, kata Andi Bukti Djufrie, menekankan ke setiap staf untuk tidak berpangku tangan ketika pekerjaan sudah selesai.

Ia memberikan semangat agar bisa inisiatif dalam berinovasi dalam bekerja sehingga tidak tertinggal dengan SKPD lain mengingat perubahan cepat berlalu.

“Saya selalu ingatkan mereka agar selalu berpikir inovatif. Selain itu, sikap menghargai antara pegawai harus diikuti dengan tujuan tidak ada saling iri atau yang bisa membuat pekerjaan terhambat,” jelas Andi Bukti Djufrie.

Keluarga Jadi Pemicu Berkinerja Baik

Di balik pria yang sukses terdapat perempuan yang hebat. Hal inilah yang sekarang ini dibuktikan Andi Bukti Djufri.

Ia mengaku, kehadiran anak sebagai penyempurna kehidupan berkeluarga dianggapnya pencetus dan pemicu untuk berkinerja baik saat bekerja.

Andi Bukti Djufri mengatakan, kehadiran keluarga merupakan segalanya.

“Istri dan anak-anak selalu menjadi inspirasi dan pemicu untuk semangat bekerja dan berkinerja baik. Tanpa mereka, saya tidak bisa sampai sejauh ini,” kata Andi Bukti Djufri.

Pejabat eselon II lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar ini, mengatakan, keharmonisan yang dibangun dengan keluarga selalu dijaga dengan baik.

Menurutnya, ada waktu khusus yang diluangkan untuk bisa bersama istri dan anak. Sebab, situasi ini bisa membawa dan berdampak pada saat bekerja nantinya.

Andi Bukti Djufrie bersama istri dan anak tercinta. foto: istimewa

“Dengan keharmonisan keluarga itu akan bisa membawa kita ke tugas yang ada di SKPD, sehingga berjalan baik. Kalau soal itu terganggu juga akan berdampak ke tugas kita sebagai birokrat,” ungkapnya.

Andi Bukti Djufri menjelaskan, bagaimana kehadiran istri dan anak semacam rem, utamanya sang istri.

Menurutnya, ketika ada masalah dalam kerjaan selalu meminta pendapat dan pertimbangan istri agar tidak terjadi salah langkah. Namun, kadang ada perbedaan pendapat dan hal itu sangat wajar.

“Biasa kita minta pendapat dan perbedaan pendapat itu biasa dalam keluarga. Kalau kita bilang A, istri bilang jangan itu salah, tapi tetap kita hargai. Sebab, masukan istri juga penting demi kita sendiri,” bebernya.

Tidak hanya itu, Andi Bukti Djufri mengakui, peran istri juga sering hadir untuk mengingatkan agar dalam bekerja jangan terlalu sering bercanda. Sebab, suasana hati setiap pegawai tidak diketahui.

“Istri juga mengingatkan agar jaga diri, karena tidak kita tahu mana kawan dan lawan,” kata Andi Bukti Djufri.

Hilangkan Penat Lewat Hobi Sepeda

Banyak cara untuk menghilangkan kebosanan ketika tidak sedang bekerja, salah satunya dengan memaksimalkan hobi yang ada. Hal itu juga dilakukan Kepala Balitbangda Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie.

Melalui komunitas sepeda yang diberi nama Jangan Lupa Bahagia Cycling Club (JLB-CC), Andi Bukti Djufrie bersama pejabat lingkup Pemkot Makassar kerap melakukan touring di sejumlah titik.

Sebelum pandemi 2020 lalu, komunitas yang dibentuk tahun 2018 ini, ngegowes hingga ke kawasan alam Bantimurung, Kabupaten Maros.

Andi Bukti Djufrie bersama komunitas sepeda Jangan Lupa Bahagia Cycling Club (JLB-CC). foto: istimewa

“Hobi kita ini sepeda, kita bentuk komunitas yang di dalamnya aparat Pemkot Makassar. Ini penting biar kepenatan bekerja lepas dengan sepeda,” kata Andi Bukti Djufrie.

Menurutnya, agenda rutin tiap Sabtu dan Minggu bersepeda keliling Makassar.

Setelah bersepeda, kata Andi Bukti Djufrie, JLB-CC singgah di salah satu Warung Kopi (Warkop) yang disepekati. Di sana, seluruh anggota melakukan diskusi sembari ngopi bersama.

“Untuk menyatukan teman-teman di komunitas, kita ada semacam sumbangsih yang digunakan ketika singgah di warkop atau kafe setelah bersepeda. Cara itu bisa menguatkan kebersamaan kita,” terang Andi Bukti Djufrie. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top