Apiaty Ajak Warga Makassar Jaga Lingkungan Sekitar

PLUZ.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Apiaty K Amin Syam, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar.

Ia melihat saat ini kondisi sampah di Kota Makassar yang jumlahnya kian mengkhawatirkan.

Demikian disampaikan Apiaty saat Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan di Hotel Khas Makassar, Selasa (28/6/2022).

Legislator Fraksi Partai Golkar ini, menyebut, pengelolaan sampah Makassar sudah harus lebih baik. Peran masyarakat dibutuhkan agar membantu pemerintah menekan jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Bagaimana caranya agar sampah itu tidak bertumpuk, makanya ibu-ibu terutama sudah harus bisa memilah sampah mana yang bisa dibuang,” ungkap Apiaty.

Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar ini, menyampaikan, peran masyarakat yang lain adalah dengan taat membayar retribusi. Dengan begitu, pemerintah kota akan terus memberikan pelayanan terbaik.

“Retribusi itu kan masuk ke kas daerah dan dikeluarkan nanti untuk dipakai menunjang sarana dan prasarana pengelolaan sampah,” ucapnya.

“Dengan jumlah penduduk yang bertambah, maka volume sampah akan semakin banyak. Oleh karena itu, retribusi hadir agar pelayanannya juga semakin bagus,” tambah Apiaty.

Dengan masyarakat mengelola sampahnya dengan baik, lanjut Apiaty, maka TPA sebagai tujuan tempat pembuangan sampah tidak menumpuk. Kendati diketahui lahannya kian sempit.

“Sampah kita terus menumpuk sementara lahan TPA kita kecil. Makanya perlu untuk mengelola sampah kita lebih baik,” katanya.

Sementara, akademisi dari ITB Nobel, Mashur Razak, mengatakan, sampah yang masuk ke TPA diperkirakan mencapai 1.000 ton per harinya, sedangkan pengelolaannya masih kurang baik.

“Hal tersebut yang membuat sampah kita semakin banyak. Belum lagi, karena bertambahnya penduduk kita dan karakteristik sampah,” ucap Mashur.

Mantan Rektor ITB Nobel ini, mengingatkan, dampaknya yang berbahaya apabila sampah tidak dikelola dengan baik.

“Kalau saja sampah itu bisa dikelola dengan baik, maka tidak akan terjadi dampak pada kesehatan dan lingkungan kita,” ujarnya.

Demikian pula yang disampaikan Ketua Yayasan Peduli Negeri (YPN), Saharuddin Ridwan.

Menurutnya, banyak yang beranggapan jika TPA adalah solusi dari permasalahan sampah.

“TPA itu hanya tempat memindahkan masalah. Jadi masalah kita yang buang misalnya sisa ikan dari rumah itu hanya jadi masalah lagi,” ucapnya.

Mantan Direktur Operasional Perusda Pasar Makassar Raya ini, menilai, sudah seharusnya masyarakat lebih berperan dalam mengatasi masalah. Dan itu bisa dimulai dari rumah.

“Utamanya untuk sampah organik kita sudah harus bisa mulai menguranginya. Seperti yang sudah ada sekarang ada teknologi black fly soldier, jadi itu maggot yang bisa makan sampah organik kita,” jelasnya. (***)

Berita Terkait
Baca Juga