Disbudpar Sulsel Galakkan Gerakan Cinta Museum
PLUZ.ID, TAKALAR – Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulsel mendorong kesadaran masyarakat pentingnya nilai budaya bangsa.
Dalam mewujudkan itu, Disbudpar Provinsi Sulsel melalui UPT Museum dan Taman Budaya melaksanakan kegiatan Gerakan Cinta Museum di Kabupaten Takalar.
Acara ini dirangkaikan dengan kegiatan penyebarluasan informasi koleksi museum dengan ‘Bioskop Keliling’ di tiga Kabupaten di wilayah Selatan di Sulsel, yakni Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, dan Kabupaten Bantaeng.
Dimulai pada 14 Juli 2022, kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 3 Takalar. Dilanjutkan, 15 Juli di Kabupaten Bantaeng, serta 16 Juli di SMKN 1 Jeneponto.
Kepala UPT Museum dan Taman Budaya, Zakiyah Assegaf, menyampaikan, Gerakan Cinta Museum adalah suatu upaya dari pemerintah khususnya UPT Museum dan Taman Budaya Disbudpar Sulsel dalam rangka menarik perhatian seluruh kalangan mulai dari pelajar tingkat SMP, SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk dapat mencintai sejarah dan budaya kita, salah satunya mencintai museum.
“Gerakan Cinta Museum ini, juga kami rangkaikan dengan kegiatan Penyebarluasan Informasi koleksi museum dengan Bioskop Keliling untuk lebih menyentuh hati seluruh kalangan agar mengetahui apa museum itu,” ujarnya, Minggu (17/7/2022).
Bioskop Keliling ini, kata dia, merupakan kegiatan dimana UPT Museum dan Taman Budaya menghadirkan bus bioskop dengan menayangkan beberapa video-video terkait koleksi-koleksi museum, khususnya pada Museum Lagaligo.
Bukan hanya di sekolah, Bioskop Keliling ini pun menyasar tempat umum lainnya. Dalam pelaksanaan ini, juga didukung Kementerian Pendidikan dan kebudayaan.
“Memutar video koleksi museum pada Museum Lagaligo, selain itu ada film dokumenter terkait sejarah-sejarah museum dan beberapa film-film yang sudah diangkat di bioskop terkait sejarah suatu daerah ataupun tentang budaya suatu daerah,” jelasnya.
Gerakan Cinta Museum dengan kegiatan Bioskop Keliling ini, lanjutnya, diharapkan seluruh kalangan masyarakat dapat memahami peran penting sebuah museum sebagai ruang kreativitas bagi peningkatan pendidikan karakter bangsa agar terwujudnya museum sebagai wadah tempat belajar tentang sejarah masa lampau serta peningkatan kesadaran dan apresiasi pelajar maupun masyarakat terhadap pentingnya nilai budaya bangsa.
Selain tiga daerah itu, kata Zakiyah Assegaf, juga akan menyasar daerah lainnya. (***)