
PLUZ.ID, MAROS – Bupati Maros Chaidir Syam mengakui, program bantuan benih padi Andalan ‘Mandiri Benih’ yang diinisiasi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sangat membantu para petani.
Hal itu diungkapkan Bupati Maros pada panen padi Mandiri Benih di Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Minggu (7/8/2022).
“Alhamdulillah, kami sangat senang sekali dan gembira, karena program Mandiri Benih dari Bapak Gubernur ini juga (tersalurkan) ke Maros. Dengan program Mandiri Benih ini, petani sangat terbantu dan sangat tertolong, karena kebutuhan benih dan penyaluran ke petani ini yang kita inginkan. Dan hari ini program Mandiri Benih sudah panen,” ungkapnya.
Informasi dari petani, kata Chaidir, benih gratis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel ini meningkatkan hasil pertanian.
“Ternyata hasilnya sangat bagus sekali. Ada peningkatan, yang dulunya 5 ton per Hektare, kini hasilnya sekitar 7 ton per Hektare. Ini membuat kita bahagia dan senang dengan program Mandiri Benih ini,” jelasnya.
Ia pun berharap, bantuan benih padi andalan ini terus berlanjut.
“Karena hasilnya sungguh luar biasa, membantu para petani kita,” akunya.
Sama halnya diungkapkan petani, bantuan benih yang diinisiasi Gubernur Sulsel sangat bermanfaat.
“Alhamdulillah, Mandiri Benih dari Pak Gubernur sangat bagus. Meningkatkan hasil pertanian kami. Terima kasih Pak Gubernur,” ujar Rahman, salah seorang Petani di Desa Lekopancing.
Diketahui, Mandiri Benih merupakan program prioritas Pemprov Sulsel yang diinisiasi Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, untuk memberikan bantuan benih gratis yang unggul.
Selain itu, benih yang dibagikan ke masyarakat minim penggunaan bahan kimia dan penangkaran dilakukan di Sulsel sendiri instalasi kebun benih milik Pemprov Sulsel kerja sama dengan para petani penangkar. Dengan target bantuan benih menyasar untuk 100 ribu Hektare lahan pertanian, yang tersebar di kabupaten/kota di Sulsel.
Untuk di Kabupaten Maros sendiri, di musim tanam April-September 2022, Pemprov Sulssel telah menyalurkan 75 ton benih untuk 5.365 orang petani, yang ditanam di lahan pertanian seluas 3.000 Hektare. Di Kecamatan Tanralili, adapun luas tanam 300 Hektare dan sudah panen sekitar 165 Hektare. (***)