Dekranas Akan Beri Pelatihan Anyaman Lontar dan Bambu bagi UMKM
PLUZ.ID, MAKASSAR – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat akan menggelar kegiatan pelatihan anyaman lontar dan bambu yang diberikan pada pelaku kerajinan di Sulsel.
Pelatihan anyaman ini terungkap saat kunjungan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kantor Dekranasda Provinsi Sulsel, Kamis (20/10/2022), kemudian melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Pangkep.
Dalam kunjungan ini, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sulsel, Ahmadi Akil, menerima langsung perwakilan tersebut.
Tim Dekranas Wira Usaha Baru, Uci Zulfikri, menjelaskan, dalam pelatihan menitikberatkan penganyaman dan kerajinan bambu atau kayu.
“Inilah yang kami dorong, potensi anyaman luar biasa, tidak kalah dengan tenun,” terangnya
Uci menyebutkan, pelatihan seperti ini sudah pernah dilakukan di tiga daerah, tahun lalu, di Bali, Yogyakarta, dan Sukabumi. Dan tahun ini, kembali digelar di tiga wilayah, yaitu Sulsel, Nusa Tenggara Barat dan Sumatra Barat.
“Kami sudah melakukan survei di dua tempat, yang satu masih sementara,” jelasnya.
Khusus untuk Sulsel rencananya akan akan dilaksanakan di kawasan Rammang-rammang, Kabupaten Maros, namun Uci menambahkan, tidak menutup kemungkinan bisa di tempat lain, yang terpenting bahan bakunya berlimpah dan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) terpenuhi.
“Yang terpenting pengrajinnya banyak, karena kami akan datang langsung dengan desain, produk dari anyaman bambu, lontar. Namun, saat ini fokus ke lontar sesuai arahan,” paparnya.
Para peserta nantinya, menurut Uci, akan berasal dari kabupaten dan kota, dimana mereka akan mendapat materi, tentang anyaman, sehingga nantinya diharapkan bisa menambah nilai dari produk tersebut.
“Pelatihan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) nanti juga akan diperkenalkan tentang ‘Coiling Bambu’, yang akan dilaksanakan pada Desember dan pendaftarannya gratis, dan juga akan diberikan uang saku kepada 70 peserta,” sebut Uci.
Sementara, Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, menyambut baik, rencana pelatihan tersebut dan mendorong penggunan barang kerajinan dari UMKM.
“Semua pejabat atau istri pejabat harus menggunakan barang, kerajinan dari UKM (Usaha Kecil dan Menengah),” kata Yusran Lalogau, yang menerima langsung tim Dekranas. (***)