search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Triwulan III 2022, Penjualan Nikel Vale Capai US$309,2 Juta

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 29 Oktober 2022 13:00
PRODUKSI VALE. PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) mengumumkan produksi sebesar 17.513 metrik ton nikel dalam matte dan penjualan sebesar US$309,2 juta pada triwulan III 2022. foto: istimewa
PRODUKSI VALE. PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) mengumumkan produksi sebesar 17.513 metrik ton nikel dalam matte dan penjualan sebesar US$309,2 juta pada triwulan III 2022. foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) mengumumkan produksi sebesar 17.513 metrik ton nikel dalam matte dan penjualan sebesar US$309,2 juta pada triwulan III 2022.

CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Febriany Eddy, mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang tidak diaudit periode tersebut, Jumat (28/10/2022).

“Saya senang melaporkan triwulan ketiga tahun 2022 yang menguntungkan tanpa kecelakaan Lost Time Injury dan tidak ada cedera yang dicatat,” ujarnya.

Febriany Eddy menjelaskan, rata-rata realisasi harga nikel sampai September 2022 adalah 41 persen, lebih tinggi secara year-on-year, mendorong pendapatan 27 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

“Namun, karena volatilitas di pasar, kami tetap berhati-hati terhadap fluktuasi harga nikel di sisa tahun ini,” jelasnya.

Febriany Eddy mengungkapkan, beban pokok pendapatan grup meningkat dari US$213,9 juta pada triwulan II 2022 menjadi US$258,4 juta pada triwulan III 2022, terutama didorong biaya energi dan royalti yang lebih tinggi.

“Untuk konsumsi dan harga rata-rata High Sulphur Fuel Oil (HSFO), diesel, serta batubara PT Vale, bila dibandingkan dengan triwulan II 2022, penggunaan batu bara per metrik ton nikel dalam matte turun sebesar 28 persen,” ungkapnya.

Penurunan konsumsi batu bara ini, diimbangi dengan penggunaan HSFO 40 persen lebih tinggi per metrik ton nikel dalam matte pada periode yang sama.

Menyikapi kenaikan harga batu bara yang cukup tajam, setelah melakukan analisis yang cermat, perseroan memutuskan untuk mengalihkan sumber energi untuk burner dari batu bara ke HSFO pada September 2022.

“Dengan begitu, perseroan diharapkan dapat mengeluarkan biaya energi yang lebih rendah dibandingkan jika terus menggunakan batu bara,” ucapnya.

Selama periode tersebut, baik harga HSFO, diesel maupun batu bara masing-masing naik sebesar 12 persen, 20 persen, dan 14 persen.

EBITDA PT Vale pada triwulan III 2022 adalah US$103,0 juta, 37 persen lebih rendah dibandingkan EBITDA pada triwulan II 2022 sebesar US$163,4 juta disebabkan realisasi harga nikel yang lebih rendah.

Kas dan setara kas perseroan pada 30 September 2022 adalah US$624,3 juta; 7 persen lebih tinggi dibandingkan kas dan setara kas pada 30 Juni 2022 sebesar US$585,9 juta.

PT Vale mengeluarkan belanja modal sekitar US$29,9 juta pada triwulan ini, turun dari US$35,9 juta pada triwulan II 2022.

“Kami memperkirakan akan menghabiskan US$130 juta untuk sepanjang tahun 2022 ini,” tambah Bernardus Irmanto, Chief Financial Officer PT Vale Indonesia.

Proyeksi produksi untuk 2022 telah direvisi menjadi kisaran 61.000 t- 62.000 t, lebih rendah dari yang ditargetkan sebelumnya, terutama karena keterlambatan penyelesaian proyek Furnace 4 Rebuild.

Bernardus mengatakan, dalam keterangan persnya, perseroan akan berupaya mengoptimalkan produksi pada triwulan terakhir tahun ini, sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasional.

“Dalam melakukannya, kami tidak akan mengkompromikan nilai-nilai utama kami, keselamatan jiwa merupakan hal terpenting, menghargai kelestarian bumi dan komunitas kita,” katanya.

PT Vale Indonesia baru-baru ini menerima beberapa penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral pada September 2022. Satu penghargaan Best of the Best untuk Pengelolaan Lingkungan dan tiga penghargaan Aditama Emas untuk Manajemen Teknik Pertambangan, PengelolaanLingkungan Pertambangan, serta Konservasi Mineral.

Penghargaan-penghargaan tersebut merupakan pengakuan prestisius dari Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral kepada perusahaan-perusahaan yang menunjukkan komitmen kuat dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik dan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top