search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny Pomanto Dampingi Malarndirri McCarthy Kunjungi Museum Makassar

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 30 Oktober 2022 10:00
KUNJUNGAN. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Senator Australia Malarndirri McCarthy mengunjungi Museum Kota Makassar di Jl Balaikota, Kota Makassar, Sabtu (29/10/2022). Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfida Attas. foto: istimewa
KUNJUNGAN. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Senator Australia Malarndirri McCarthy mengunjungi Museum Kota Makassar di Jl Balaikota, Kota Makassar, Sabtu (29/10/2022). Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfida Attas. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Senator Australia Malarndirri McCarthy mengunjungi Museum Kota Makassar di Jl Balaikota, Kota Makassar, Sabtu (29/10/2022).

Sesampainya di museum, rombongan disambut dengan tarian khas Makassar yang ditutup dengan penyematan Saloko (hiasan kepala khas perempuan Bugis-Makassar) dari seorang penari kepada Senator Malarndirri McCarthy.

Bersama Danny Pomanto, Malarndirri McCarthy melihat sejumlah benda sejarah koleksi Museum Kota Makassar, diantaranya Chinese Junk and Perahu Padewakang, 1820, dan Perahu Padewakang at Bowen Straits, Nothren Therritory, 1880’s.

Perahu Padewakang menjadi mosaik penghubung penduduk asli Australia Utara dengan orang-orang Makassar. Perahu ini menjadi cikal bakal dari Pinisi yang digunakan pelaut Bugis-Makassar mengeksplorasi kawasan pesisir utara Australia di abad XVII dan XVIII.

Termasuk dalam pelayaran orang Makassar mencari teripang, yang menjadi referensi hubungan sejarah maritim Australia-Indonesia, sebelum kedatangan orang Eropa.

Kapal Padewakang disebut sebagai kapal rempah atau kapal dagang pertama di nusantara dengan teripang sebagai komoditas utama yang diperdagangkan. Dahulu, lebih dari seribu pedagang dengan kapal Padewakang berlayar dari Makassar menuju Pantai Utara Australia, wilayah Arnhem, semenanjung Carpentaria, dan Pantai Kimberley untuk berjualan teripang.

Teripang ini kemudian diperjualbelikan dengan para pedagang Cina dan penduduk asli Australia. Hubungan dagang ini juga ikut mempercepat terjadinya pertukaran budaya dan persahabatan yang terjalin antara Indonesia dan Australia. Beberapa penduduk asli Australia ada yang ikut berlayar bersama Kapal Padewakang lalu menikah dan menetap di Makassar.

“Orang Makassar dari Sulawesi Selatan mengunjungi dan berdagang dengan Yanyuwa, nenek moyang saya, serta Yolŋu dari bagian Timur laut Arnhem Land, selama ratusan tahun. Ini adalah hubungan yang didasari saling menghormati dan saling menguntungkan,” kata Malarndirri McCarthy.

Ia berharap kunjungannya ke Makassar dapat memperdalam hubungan antara Australia dan Makassar.

“Kedua negara kita memiliki sejarah kerja sama dan persahabatan yang dimulai di Makassar dan saya berharap dapat memperdalam hubungan ini, lebih lanjut melalui kunjungan ini,” jelas Malarndirri McCarthy.

Danny Pomanton menyampaikan, kunjungannya bersama Malarndirri McCarthy ke Museum Kota Makassar seperti merajut persahabatan yang telah terjalin sejak 300 tahun lalu.

“Persahabatan Makassar dan Australia telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Bahkan, kita memiliki beberapa kosa kata yang sama, seperti Kadera, Balanda. Hal ini menunjukkan adanya pertukaran budaya antara Makassar dan Australia,” sebut Danny didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfida Attas. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top