Andi Utta-Patudangi Azis Kompak Borong Paket Pasar Murah dan Bagikan ke Warga
PLUZ.ID, BULUKUMBA – Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Bulukumba menggelar pasar murah di beberapa lokasi hingga akhir Desember 2022 ini.
Salah satunya di halaman belakang Hotel Agri Bulukumba, saat acara peringatan Hari Ibu Ke-94, Senin (26/12/2022).
Tampak, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba Patudangi Azis memantau pasar murah. Tak hanya itu, keduanya kompak memborong paket untuk dibagikan ke warga.
Meski begitu, tak semua warga yang datang dibayarkan Bupati yang akrab disapa Andi Utta. Yang dibayarkan, hanya warga yang berada di lokasi saat Andi Utta-Patudangi Azis juga berada di lokasi pasar murah.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Bulukumba, Nurhidayat Kurnia, mengatakan, sebanyak 1.500 paket disiapkan bagi warga kurang mampu.
“Alhamdulillah, kita bisa liat antusiasme warga dengan adanya program pasar murah ini. Mereka berbondong-bondong datang,” katanya.
Omi, sapaan akrab Nurhidayat Kurnia, mengatakan di Kecamatan Ujung Bulu, ada dua lokasi pasar murah, yaitu di halaman Hotel Agri, Senin (26/12/2022). Kemudian, Selasa (27/12/2022), lokasi pasar murah di Kantor DP2KUKM.
“Kita sudah sampaikan ke masing-masing lurah, untuk diinformasikan kepada warganya yang kurang mampu,” katanya.
Anggaran program ini, tambahnya, bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID). Rencananya, pasar murah akan berlanjut di beberapa kecamatan lain hingga batas akhir pelaksanaan.
Omi mengatakan, harga per satu paket adalah Rp50 ribu. Jika dibandingkan dengan harga normal sekitar Rp105 ribu, maka harga paket pasar murah jauh lebih rendah.
“Isi paketnya, yaitu 2 kaleng susu, 2 Kilogram terigu, 2 Kilogram gula pasir, dan 2 dos teh isi 25,” jelasnya.
Anita, salah satu warga yang dibayarkan Bupati dan Wakil Ketua DPRD Bulukumba tersebut, menyampaikan terima kasih.
Ia mengaku, datang ke lokasi pasar murah untuk membeli paket.
“Alhamdulillah rezeki nomplok. Mauki beli, tapi dibayarkanki,” imbuhnya. (***)