Tangani Genangan Air di Jl Letjend Hertasning, Dinas PUTR Sulsel Bersihkan Saluran Drainase

PLUZ.ID, MAKASSAR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel melakukan pembersihan saluran drainase di Jl Letjend Hertasning, Kota Makassar, Rabu (1/2/2022).

Pembersihan ini, merupakan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, untuk menangani genangan air yang diakibatkan tidak mumpuninya saluran yang tersedia dalam menahan debit air.

Kepala Bidang Marga Dinas PUTR Provinsi Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, menuturkan, pembersihan saluran drainase membuahkan hasil positif bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Hal ini dibuktikan dengan berkurangnya air yang tergenang.

“Kondisi saat ini sudah tidak banjir lagi. UPT sudah membersihkan saluran drainase, karena ini penyebab air tergenang di jalan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Irawan menyampaikan, persoalan ini, merupakan pengingat bagi pemerintah dan masyarakat terkait pentingnya manajemen tata kelola air.

Tak habis akal, ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menender penyusunan Detail Engineering Design (DED) demi kenyamanan masyarakat.

“Sumber masalahnya adalah drainase di bahu jalan. Oleh karena itu, kami akan membahas lebih lanjut terkait DED penanganan area Areopala,” ujarnya.

Diketahui, genangan di musim penghujan selalu menjadi masalah di perkotaan dan salah satu dampak dari genangan air tersebut adalah kerusakan jalan. Adapun, saat ini di atas saluran drainase terdapat banyak lapak-lapak liar

Terkait Jl Hertasning dan Jl Aroepala, ruas ini adalah jalan provinsi yang menjadi akses menuju Kabupaten Gowa dan Maros yang saling terhubung dari Hertasning-Aroepala-Tun Abdul Razak-HM Yasin Limpo-Burung-burung menuju Bili-bili atau menuju ke Carangki.

“Ruas ini merupakan salah satu ruas LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata) tinggi yang menjadi prioritas Bapak Gubernur yang dilakukan penanganan secara bertahap setiap tahun,” lanjutnya.

Selain pemeliharaan UPT Jalan Jembatan Provinsi, 2022 telah terealisasi kurang lebih Rp15 miliar untuk rekonstruksi Jl Tun Abdul Razak dan ruas Jl Burung-burung.

Tahun ini, 2023 kembali teralokasi Rp44 miliar untuk segmen rusak berat di Jl HM Yasin Limpo, Burung-burung-Bili-bili, dan Carangki. Sedangkan, untuk segmen ruas Jl Aroepala dan Jl Hertasning 2023, telah diantisipasi dan teralokasi penyusunan kajian DED untuk rencana rekonstruksi 2024 sebagaimana dibahas pada saat penyusunan belanja.

Tapi pada kenyatannya, genangan yang akhir-akhir ini terjadi justru  memperparah kondisi jalan di segmen tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penanganan sementara untuk menutup lobang yang berpotensi menimbulkan korban, serta dilakukan pembersihan dan membuka saluran-salurang drainase di sisi jalan untuk mengalirkan air yang tergenang di badan jalan.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar, dan tentu butuh dukungan masyarakat agar pemanfaatan bahu jalan yang tidak sesuai fungsi dan berpotensi mengganggu drainase diminimalkan,” jelasnya. (***)

Berita Terkait
Baca Juga