Jappa Jokka Cap Go Meh 2023 Hadirkan 153 UMKM
PLUZ.ID, MAKASSAR – Sebanyak 153 tenan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut meramaikan acara puncak Jappa Jokka Cap Go Meh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar 2023.
Pemkot Makassar memfasilitasi ratusan UMKM tersebut, agar membangkitkan kembali perekonomian masyarakat pascapandemi Covid-19.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Makassar, Zainal Ibrahim, mengatakan, kegiatan itu tentunya diharapkan menghidupkan kembali UMKM dan ekonomi masyarakat pascapandemi Covid-19.
Oleh karena itu, pihaknya memfasilitasi para pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam even setahun sekali ini.
Selain itu, Zainal menuturkan, acara itu juga menunjukkan kondisi Makassar sangat kondusif dalam rangka mendukung aktivitas masyarakat serta terciptanya suasana rukun dan toleransi antar umat beragama.
“Kegiatan Jappa Jokka Cap Go Meh ini, juga menguatkan brand Kota Makassar sebagai ‘Makassar Kota Makan Enak’, karena dalam area Jappa Jokka tersedia banyak kuliner khas Makassar,” kata Zainal, Minggu (5/2/2023).
Pelaku UMKM berasal dari UMKM masyarakat umum, Tionghoa, dan UMKM binaan Pemkot Makassar.
Panitia Jappa Jokka Cap Go Meh, Mimi mengatakan, banyak rangakaian acara dari Jappa Jokka Festival Cap Go Meh yakni senam, pembagian doorprize, beragam tari adat, dance, dan barongsai.
Dia mengungkapkan, Pemkot Makassar mensupport dan menyukseskan penuh acara ini, dengan berbagai kegiatan di dalamnya.
Termasuk, ujar dia, ialah menyediakan ratusan stan UMKM agar masyarakat dapat memanfaatkan momentum itu, untuk berjualan dan membeli produk UMKM.
“Ada 153 tenan yang disediakan. Ini sekaligus membantu UMKM atau pelaku usaha untuk bangkit,” ujarnya.
Sementara, Mimi menjelaskan, perhelatan Karnaval Budaya akan digelar pada sore hari sambil menyapa para pengunjung sepanjang rute yang dilewati, yakni star di Jl Sulawesi-Jl Timor-Jl Nusantara dan kembali ke Jl Sulawesi.
Seusai berjalan, para peserta karnaval juga akan mempersembahkan kepada pengunjung salah satu tarian, yakni tarian Kalompoanna Parasanganta yang menggambarkan keberagaman penduduk Sulsel. (***)