search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Warga Terbantu Operasi Pasar Murah, Danny Pomanto: Jangan Ada Sembako Mahal

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 10 Februari 2023 09:00
DANNY MENYAPA. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menyapa warga pada Operasi Pasar Murah di Jl Kandea, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Kamis (9/2/2023). foto: istimewa
DANNY MENYAPA. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menyapa warga pada Operasi Pasar Murah di Jl Kandea, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Kamis (9/2/2023). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menegaskan, dirinya tidak bakal membiarkan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Makassar mahal.

Pasalnya, inflasi seringkali bermula pada naiknya harga-harga bahan pokok. Oleh karena itu, dengan adanya program Operasi Pasar yang digelar Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar, maka sangat membantu menstabilkan harga dan menekan inflasi.

“Intinya tidak akan ada harga yang naik di pasar, kalau tidak kita akan operasi di sini. Masyarakat diharamkan mendapatkan komoditi yang mahal,” kata Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto di sela-sela meninjau secara langsung salah satu lokasi Operasi Pasar Murah di Jl Kandea, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Kamis (9/2/2023).

Apalagi, harga yang diterapkan dalam operasi pasar ini, terjangkau, disubsidi.

Danny mencontohkan, jika Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14 ribu, maka dijual Rp13 ribu, sementara di pasaran harganya mencapai Rp16 ribu dari situ sudah ada margin Rp3 ribu. Makanya masyarakat sangat diuntungkan dengan pola seperti itu.

Meski masih ada kendala-kendala yang didapat di lapangan, tetapi, kata Danny, itu sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi kedepannya. Ditambah lagi, baru sehari pelaksanaannya.

“Pasar murah di masing-masing kelurahan sudah dimulai. Memang masih banyak hal yang perlu dibenahi seperti keluhan waktu dan volume komoditi. Tetapi, Insya Allah pekan depan kita mulai dengan volume cukup banyak, tambah menjadi 100 kemasan beras, gula, minyak goreng,” jelasnya.

Termasuk, jika ada penambahan, maka pihaknya akan mengundang swasta untuk berpartisipasi ikut bersama-sama mengadakan pasar murah.

Disinggung apakah ada penambahan komoditi lain? Ia mengaku, tergantung monitoring harga komoditi yang naik di pasaran.

“Kita ada aplikasi Sembakota, dari situ ada informasi apa yang mengalami kenaikan maka kita akan jual di sini,” jawabnya.

Ina, seorang warga Jl Kandea, mengatakan, dirinya dan keluarga sangat terbantu dengan program Wali Kota Makassar dan jajarannya.

“Iya, sangat terbantu karena beda harganya di pasar sama di sini. Lebih murah di sini,” kata Ina yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga.

Tidak hanya Ina, tidak jauh dari situ, Salmawati juga menuturkan hal yang sama. Di tangannya ada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat pembelian produk operasi pasar ini.

Ditanya apa yang ingin dia beli, ia menjawab beras dan gula.

“Ini lagi antre beli beras dan gula. Saya bawa KTP untuk dikasih lihat ke petugas nanti,” jawabnya.

Memang, untuk meminimalisir pengulangan pembelian pihak kelurahan menerapkan aturan tersebut agar tidak double.

Ina, Salmawati dan ibu-ibu lainnya pun bersorak gembira ketika Danny mengajak mereka berbincang.

“Cocokki toh (kebijakan ini),” tanya Danny Pomanto. “Cocokki,” disambar riuh dan tepuk tangan warga setempat.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sendiri menargetkan angka inflasi turun di bawah 5 persen. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top