search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Vale Bukukan EBITDA Lebih Tinggi US$477,0 Juta pada 2022

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 17 Februari 2023 13:00
Aktivitas PT Vale Indonesia Tbk. foto: istimewa
Aktivitas PT Vale Indonesia Tbk. foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dan entitas anaknya (bersama-sama grup), Kamis (16/2/2023), mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang telah diaudit untuk 2022.

Perseroan membukukan EBITDA sebesar US$477,0 juta pada 2022 terutama didorong harga realisasi nikel yang lebih tinggi.

Harga realisasi rata-rata pada 2022 adalah 35 persen lebih tinggi dibandingkan harga tahun lalu.

“Harga yang lebih tinggi ini tentunya membawa dampak positif bagi kinerja keuangan kami,” kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur Perseroan.

Namun demikian, dengan kenaikan harga komoditas yang signifikan pada 2022, perseroan masih mampu mempertahankan biaya tunai di kisaran US$11.000 per ton.

Grup mencatat penjualan sebesar US$1.179,4 juta pada 2022, 24 persen lebih tinggi dari penjualan yang tercatat pada 2021 sebesar US$953,2 juta disebabkan harga realisasi rata-rata yang lebih tinggi.

Harga realisasi rata-rata pengiriman nikel dalam matte adalah US$19.348 per ton, lebih tinggi dari level 2021 sebesar US$14.309 per ton.

Beban pokok pendapatan grup pada 2022 sebesar US$865,9 juta, meningkat 23 persen dari US$704,3 juta pada 2021. Penyebab utama kenaikan beban pokok pendapatan adalah harga bahan bakar dan batu bara yang lebih tinggi.

Produksi PT Vale pada 2022 sebesar 60.090 metrik ton nikel dalam matte, 8 persen lebih rendah dari produksi 2021 terutama disebabkan adanya pelaksanaan proyek pembangunan kembali Tanur 4.

“Berhubung proyek telah selesai, kami optimis dapat mencapai volume produksi yang lebih tinggi pada 2023 sementara disaat yang bersamaan berupaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasi,” ucapnya.

“Dalam melakukannya, kami tidak akan mengkompromikan nilai-nilai utama kami, yaitu keselamatan jiwa merupakan hal terpenting, menghargai kelestarian bumi dan komunitas kita,” tambahnya.

“Terlepas dari produksi yang lebih rendah, saya sangat mengapresiasi kerja keras seluruh karyawan di perusahaan kami,” sambung Febri.

Konsumsi HSFO pada 2022 meningkat bila dibandingkan dengan 2021, mengimbangi konsumsi batubara yang lebih rendah karena kami telah memutuskan untuk menggunakan HSFO sebagai sumber energi di operasi kami sejak September 2022, menyikapi kenaikan harga batubara
yang cukup tajam.

Sementara, konsumsi diesel pada 2022 mengalami penurunan bila dibandingkan dengan 2021. Dibandingkan dengan 2021, harga rata-rata HSFO, diesel maupun batubara pada 2022 meningkat signifikan masing-masing sebesar 44 persen, 74 persen, dan 136 persen.

Kas dan setara kas Grup pada 31 Desember 2022 dan 31 Desember 2021 masing-masing sebesar US$634,0 juta dan US$508,3 juta, karena grup menerima pendapatan yang lebih tinggi pada 2022.

PT Vale akan senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas.

PT Vale mengeluarkan sekitar US$218,8 juta untuk belanja modal pada tahun 2022, mengalami peningkatan dari yang dikeluarkan pada 2021 sebesar US$180,7 juta terutama disebabkan pengeluaran yang lebih tinggi untuk kelangsungan dan modal pertumbuhan pada 2022.

“Pengeluaran utama kami adalah untuk proyek pembangunan kembali Tanur 4.
Pada Desember 2022, untuk ketiga kalinya PT Vale menerima predikat Proper Hijau (melampaui kepatuhan) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyusul beberapa penghargaan yang kami terima dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) pada
September 2022,” katanya.

“Kami bersyukur dan akan terus menunjukkan komitmen yang kuat dalam menerapkan praktik penambangan yang baik dan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan di operasi kami. Perseroan mengimbau pembaca untuk melihat ikhtisar pencapaian grup. Pencapaian operasional serta hasil keuangan yang diaudit telah dirangkum pada halaman-halaman selanjutnya,” tambah Febriany Eddy. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top