Permandian Sumur Panjang Hila-hila, Salah Satu Jejak Perjalanan Syiar Islam Dato Tiro

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Permandian Sumur Panjang Hila-hila di Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba menjadi salah satu jejak perjalanan syiar Islam yang dilakukan Maulana Khatib Bungsu yang bergelar Dato Tiro pada sekitar abad ke-17.

Konon Sumur Panjang adalah salah satu bukti ketika Dato Tiro membutuhkan air wudu, maka dengan tongkatnya yang ditancapkan memancarlah air dari dalam tanah.

Sumur Panjang banyak pengunjung dipercaya memiliki berkah. Sumur Panjang sampai saat ini  eksis sebagai salah satu objek wisata di Kabupaten Bulukumba dan setiap hari terutama Sabtu dan Minggu dipenuhi pengunjung dari berbagai tempat.

Selain makam Dato Tiro yang letaknya kurang lebih 200 Meter dari Sumur Panjang, juga ada beberapa makam raja-raja yang menurut sejarah adalah orang-orang yang pertama menerima kehadiran Dato Tiro dan memeluk Islam pada waktu itu. Salah satunya adalah Makam Karaeng Ambibia yang juga terletak tidak jauh dari Sumur Panjang.

Di lokasi lainnya menuju pantai juga akan ditemukan objek wisata Samboang.
Kawasan wisata yang meliputi beberapa objek wisata tersebut, saat ini sementara dirancang sebagai kawasan wisata berbasis syariah atau Kawasan Wisata Religi.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulukumba, Muhammad Daud Kahal, Minggu (5/3/2023), mengemukakan, jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bululukumba tengah menjajaki dukungan pengembangan kawasan wisata dengan beberapa pihak, baik melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel maupun program Pinisi Sultan oleh Bank Indonesia.

“Kami berharap pengembangan Kawasan Wisata Syariah ini, akan menjadi pilihan yang semakin memperkuat eksistensi Kabupaten Bulukumba di sektor pariwisata” ujar Daud Kahal. (***)

Berita Terkait
Baca Juga