search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny Pomanto Bicara Kepimpinan Adaptif di Depan Ratusan Mahasiswa UKI Toraja

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 17 Maret 2023 09:00
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa

PLUZ.ID, TORAJA UTARA – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menghadiri undangan sebagai pembicara dalam kuliah umum dengan tema ‘Merebut Masa Depan dengan Kepimpinan Adaptif’ di Kampus II Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja di Kakondongan, Toraja Utara, Kamis (16/3/2023).

Di sana, Danny Pomanto memberikan pengetahuan tentang menjadi seorang pemimpin dan melakukan sharing sessions dengan ratusan mahasiswa UKI Toraja.

Selain itu, dirinya secara langsung mempersilakan para mahasiswa/i untuk datang ke Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk belajar. Apalagi, di sela-sela acara, Danny bersama Rektor UKI Toraja melakukan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama, sehingga kolaborasi antar dua pihak dapat terjalin baik.

Danny menyebut, pihaknya memiliki fasilitas Command Center yang dapat dijadikan sebagai lokasi pembelajaran atau magang mahasiswa UKI.

Dalam kuliah umum, ia menjelaskan, untuk berhasil dalam kepemimpinan masa depan maka calon pemimpin sudah harus beradaptasi dengan perubahan-perubahan.

Wali Kota Makassar dua periode ini, mengungkapkan, dalam teori evolusi mereka yang paling kuat ialah yang mereka yang mampu beradaptasi.

“Dahulu kita melihat siapa yang paling kuat maka dia yang bertahan, tetapi sekarang siapa yang paling cepat dan adaptif maka dialah yang mampu bertahan,” kata Danny di sela-sela kuliah umum.

Oleh karena itu, Danny mengarahkan, jika para mahasiswa ingin berhasil dalam mencapai masa depannya juga dalam kepemimpinannya maka kemampuan adaptif ini harus diterapkan.

Menanggapi hal itu, mahasiswa Teknik Sipil UKI Toraja, Rogin Otniel Samara dan Palma Parengge memberikan pertanyaan kepada Danny Pomanto.

Mereka menanyakan bagaimana upaya membangun kepemimpinan di sebuah wilayah yang baru.

Menjawab hal itu, jelas Danny, siapa pun mesti beradaptasi terhadap lingkungan yang ada. Apalagi, dengan era digitalisasi yang cepat maka skil adaptasi ini sangat penting.

Ia mencontohkan, banyak sekali contoh, seperti sektor bisnis yang tidak beradaptasi dengan fenomena maka mengalami kemunduran.

Kepada seluruh mahasiswa, alumni jurusan arsitektur Unhas ini, juga menyebut, setiap diri ialah pemimpin. Sehingga pemimpin yang berhasil ialah memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu.

“Sesungguhnya diri kita ialah pemimpin atas diri sendiri. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. Makanya memimpin harus dimulai dari diri sendiri dulu. Jangan jadi orang malas yang tidak bisa memimpin dirinya,” kata Danny.

Mereka yang malas, ujar Danny, tak mampu mengendalikan dirinya sendiri. Apalagi, manusia memiliki tiga hal yang kompleks, yakni raga, jiwa, dan roh.

Dia juga menekankan, untuk memimpin harus punya visi jauh ke depan, menembus ruang dan waktu.

Ia mencontohkan, program prioritas Pemkot Makassar seperti awalnya Lorong Garden terus dikembangkan hingga kini menjadi Lorong Wisata (Longwis).

Bukan hanya itu, program Makassar Metaverse dengan kendaraan listriknya, Co’mo juga merupakan pemikiran visioner. Pasalnya, Makassar Metaverse menggunakan banyak fitur dan komponen digital terupdate.

Sementara, Rektor UKI Toraja, Oktavianus Pasoloran, mengatakan, dirinya bersyukur Sang Pemimpin Kota Makassar ini, menyempatkan diri hadir.

Dia menjelaskan, perguruan tinggi kini menghadapi dinamika yang luar biasa. Oleh karena itu, kehadiran Danny, tekan dia, merupakan stimulan bagi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) UKI Toraja.

Bagaimanapun, belajar mengenai kepemimpinan adaptif ialah sebuah alternatif dalam mengalami dinamika perubahan-perubahan, kini.

Oktavianus menuturkan, UKI Toraja menjadi bagian penting dalam pendidikan karena berkontribusi dalam menyiapkan orang muda Toraja lebih baik.

Di Toraja, lanjut dia, tidak ada industri atau perusahaan besar tetapi orang Toraja tersebar di berbagai daerah membangun perekonomian.

“Itu bagian dari kontribusi UKI Toraja sehingga diaspora masyarakat Toraja mencapai keberhasilan di daerah-daerah. UKI Toraja adalah hilir dari seluruh proses pendidikan formal. Sehingga menciptakan alumni yang bisa bersaing,” lanjutnya.

Tercatat hingga kini, kampus UKI sudah menghasilkan 1.000 lebih alumni dan saat ini ada 8.000 lebih mahasiswa yang menempuh pendidikan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top