Andi Amran Sulaiman Perkuat Kemitraan dengan Media Melalui Buka Puasa Bersama

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pendiri Tiran Group, Andi Amran Sulaiman, bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama insan pers se-Kota Makassar di AAS Building, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jumat (14/4/2023).

Senyum merekah pun terus terpancar dari raut muka Andi Amran Sulaiman kala bercengkrama dengan ratusan wartawan yang hadir pada acara buka puasa bersama ini.

Kebahagiaan ini diungkapkan mantan Menteri Pertanian (Mentan), karena baginya dengan wartawan tidak bisa dipisahkan.

Andi Amran mengatakan, wartawan adalah orang yang memiliki integritas dan pemberi kebenaran untuk perubahan yang baik.

“Wartawan sahabatku semua. Saya selalu ingin diskusi (dengan wartawan), karena benteng keadilan ada di tangan wartawan. Jadi benteng terakhir harapan rakyat, tapi kalau wartawan meleset dari itu Wassalam,” ungkap Andi Amran di hadapan para awak media yang menyambutnya dengan apluas.

Namun, apabila peran itu sudah diabaikan, sambung Amran, maka hanya Tuhan saja tempat meminta agar pemimpin lebih baik untuk bangsa ini.

AAS, akronim Andi Amran Sulaiman, juga berbagi cerita di hadapan jurnalis, bagaimana ia berawal dari jurang kemiskinan hingga seperti sekarang ini.

“Pada tahun 1988-1993, saya mungkin orang yang masuk kategori miskin ekstrem dengan tidur di kasur yang berlumut dengan penghasilan yang sangat minim sekali,” ungkapnya.

“Hingga kemudian kami berjuang keras dan bangkit untuk mengubah nasib hingga dapat membangun bisnis seperti saat ini,” sambungnya.

AAS juga menyampaikan, kesuksesan di dunia bisnis yang ia raih, tak lepas dari doa dari anak-anak yatim piatu yang selama ini didampingi.

“Juga ini, tak lepas dari teman-teman wartawan yang mana saya yakin bahwa benteng keadilan di tangan wartawan,” tuturnya.

Selain untuk silaturahmi dengan awak media, Andi Amran juga memanfaatkan kesempatan ini, untuk berbagi cerita tentang pengalaman hidupnya, ketika menjadi menteri, bagaimana hartanya menyusut hingga Rp50 miliar.

“Dan itu dimuat di koran, bagaimana para wartawan mencatat harta saya di LHKPN sewaktu belum menjabat sebagai menteri hingga saya berhenti sebagai menteri,” terangnya.

“Padahal, biasanya orang menjadi pejabat pendapatannya semakin meningkat akan, tetapi saya semakin menurun, dan ini di muat di koran-koran di Indonesia,” kata kakak Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sulsel ini.

Bahkan, saat menteri ia berhasil swasembada pangan dan membabat habis mafia di internal Kementan.

“Saya pernah memecat satu kantor, saya tidak takut demi kesejahteraan masyarakat dan petani,” tegas Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) ini.

Rencana Bangun Masjid Super Megah

Andi Amran Sulaiman bertekad membangun masjid super megah berkapasitas 15.000 jemaah yang tepat berada di belakang AAS Building di daerah Panaikang, Kota Makassar.

Desain rancangan bangunan masjid telah selesai dibuat dan diperlihatkan ke ratusan jurnalis yang hadir pada acara buka puasa bersama.

Amran berharap, agar pembangunan masjid yang diperkirakan biayanya puluhan miliar itu, dapat dia talangi sendiri.

“Semoga saya tidak meminta proposal pembangunan masjid yang rencana dapat menampung 15.000 jemaah ini, dengan 99 persennya dari saya pribadi,” ungkapnya.

Andi Amran ingin masjid megah itu nantinya menjadi tempat anak-anak bangsa belajar agama dan ekonomi.

Ia berharap, melalui masjid itu nantinya akan menjadi pusat pendidikan Islam yang bisa melahirkan ribuan pengusaha dan konglomerat Islam yang siap berkontribusi memajukan negeri dan bangsa.

“Masjid ini kita harapkan menjadi pusat kajian religi, pusat pendidikan karakter. Masjid ini harus melahirkan pengusaha Islami yang konglomerat. Kita hidup hanya satu kali, maka hidup kita ini harus diwakafkan untuk generasi 100 tahun ke depan,” terang Andi Amran.

Founder Tiran Group ini, mengungkapkan, kemajuan perusahaan dan bisnisnya adalah karunia dari Tuhan. Untuk itu, ia ingin menghibahkan rezekinya untuk membangun masjid megah dan umat.

Amran Sulaiman sendiri, menjabat Menteri Pertanian di era Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 2014-2019 lalu. Setelah menyelesaikan tugasnya, Ketua Umum PP IKA Unhas ini, fokus membangun bisnis dan bekerja sosial setelah tidak lagi berada dalam pemerintahan.

Amran Sulaiman kini fokus membesarkan bisnis Tiran Group yang membawahi kantor cabang 38 unit usaha.

Perusahaan Amran bergerak di bidang tambang nikel, batu bara, pabrik, distributor gula, tebu, kakao, kelapa sawit, dan lainnya

Sejumlah partai politik sempat mendorong namanya masuk bursa calon Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dorongan Itu juga datang dari kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di berbagai provinsi agar jadi calon pendamping Anies Baswedan.

Andi Amran enggan menanggapi isu politik dirinya masuk bursa cawapres. Saat ini ia ingin fokus bekerja bisnis dan sosial.

Soal politik, Andi Amran menyebut, setiap manusia sudah memiliki takdir masing-masing yang takkan tertukar.

“Saya kerja sosial karena Allah SWT. Jangan pernah memberi bantuan karena punya agenda terselubung. Itu yang saya tahu karena saya dulu hidup susah. Hidup saya sangat sulit,” ucapnya sembari memperlihatkan gambar dirinya di tahun 1988.

Andi Amran mengatakan, saat ini fokus berkontribusi pada bangsa lewat sektor ekonomi dan juga tak ingin mengganggu kesucian beribadah dalam bulan Ramadan dengan isu-isu lainnya.

“Kita fokus kerja sosial, ekonomi, dan mengurus umat, utamanya para anak panti asuhan kami,” tutup Amran.

Sahabat Wartawan

Pada kesempatan ini, Andi Amran Sulaiman juga didapuk menjadi Sahabat Wartawan saat Zulkifli Gani Ottoh (Zugito), mantan Ketua PWI Sulsel, selaku wartawan senior memberi sambutan usai buka puasa yang diamini wartawan lainnya.

“Ini adalah pengalaman pribadi saya ketika akan membuat koran harian di Jawa Tengah. Saya ketika itu akan menghadap gubernur, namun karena menteri akan datang, maka kami disuruh menunggu. Ternyata menteri yang ditunggu itu, adalah Andi Amran Sulaiman. Beliau langsung mengajak kami masuk untuk bersama-sama bertemu gubernur,” kisah Zugito.

Tentu bukan itu saja alasannya, lanjut Zugito, namun juga kedekatannya kepada pekerja media sangat kental ketika dia menjabat sebagai Menteri Pertanian.

“Beliau di setiap kunjungannya, selalu mengajak dan menerima wartawan dan seperti saat ini. Beliau mengundang kita untuk berbagi dan berdiskusi. Tentu ini jarang dilakukan orang lain,” tutur pengurus pusat PWI ini. (***)

Berita Terkait
Baca Juga