Vale Bukukan Laba Bersih US$98,1 Juta di Triwulan I 2023
PLUZ.ID, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dan entitas anaknya (bersama-sama grup) mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang tidak diaudit untuk triwulan I 2023, Rabu (16/4/2023).
Seperti yang telah diumumkan minggu lalu, produksi nikel dalam matte perseroan pada triwulan I 2023 adalah 21 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu seiring dengan telah diselesaikannya pembangunan kembali Furnace empat tahun lalu.
“Pada triwulan I 2023, harga nikel berada pada level yang menguntungkan dan mendorong perseroan untuk membukukan laba bersih yang kuat, sebesar US$98,1 juta, meningkat 207 persen dibandingkan dengan laba bersih triwulan sebelumnya. Kami juga diuntungkan dengan turunnya harga komoditas energi, namun hal itu tidak menyurutkan tekad kami untuk terus melakukan perbaikan di segala aspek bisnis,” kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk.
Febriany menjelaskan, harga realisasi rata-rata grup pada triwulan I 2023 sebesar 18 persen lebih tinggi dibandingkan dengan harga triwulan terakhir, yang mendorong pendapatan 19 persen lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan terakhir.
“Beban pokok pendapatan grup turun 9 persen dari US$251,2 juta pada triwulan IV 2022 menjadi US$228,2 juta pada triwulan I 2023. Selain kontribusi positif dari harga komoditas yang lebih rendah, penurunan biaya juga didorong disiplin yang kuat dalam hal pengelolaan biaya dan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas pada proses bisnis kami,” katanya.
“Hal tersebut tidak hanya menunjukkan harga HSFO dan batubara yang lebih rendah pada triwulan I 2023 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, akan tetapi juga mencerminkan peningkatan efisiensi
operasional yang telah kami lakukan. Sejak September 2022, sebagai langkah antisipasi terhadap kenaikan harga batubara yang signifikan di 2022, perseroan tetap menggunakan HSFO sebagai sumber energi utama untuk burner pada triwulan I 2023,” tambahnya.
Febriany mengatakan, PT Vale membukukan EBITDA sebesar US$173,58 juta dan mengeluarkan sekitar US$58,2 juta untuk belanja modal pada triwulan I 2023. Menyusul peletakan batu pertama untuk Proyek Morowali pada Februari 2023, perseroan dan mitra terus melaksanakan pekerjaan di lapangan, baik di lokasi tambang maupun di pabrik pengolahan.
“Sebagai bagian dari program sosial dan strategi ketenagakerjaan, perseroan memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat di Kabupaten Morowali dan Pomalaa, untuk memberdayakan dan menyiapkan mereka agar memiliki kesempatan bekerja di proyek-proyek kami. Kami memperkirakan akan mengeluarkan sebesar US$132,2 juta untuk belanja modal keberlanjutan dan US$585 juta untuk proyek pertumbuhan (baik tambang maupun penyertaan modal) sepanjang 2023,” jelasnya.
Febriany mengungkapkan, kas dan setara kas perseroan pada 31 Maret 2023 adalah US$717,3 juta, naik 13 persen dibandingkan dengan kas dan setara kas pada 31 Desember 2022 sebesar US$634,0 juta.
“PT Vale telah dan akan senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas,” ungkapnya.
“Perseroan juga akan terus mengoptimalkan produksi pada triwulan-triwulan selanjutnya di tahun ini dan pada saat yang bersamaan berupaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasi tanpa mengorbankan nilai-nilai utama kami, keselamatan jiwa merupakan hal terpenting, menghargai kelestarian bumi dan komunitas kita,” tambahnya. (***)