Program Gagasan Udin Malik Berhasil Kendalikan Stunting di Makassar

PLUZ.ID, MAKASSAR – Kolaborasi Forum Kemanusian Kota Makassar (FKKM) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam menciptakan gerakan kendalikan stunting menunjukan hasil positif. Hal itu terlihat melalui program 1 Anak 1 Warung.

Program 1 Anak 1 Warung Makan yang digagas Ketua Forum Kemanusian Kota Makassar (FKKM), dr Udin Shaputra Malik, layak untuk dikembangkan dalam pengendalian stunting. Untuk itu, Pemkot Makassar melalui Bappeda mendorong gerakan itu sebagai inovasi Makassar untuk tingkat nasional.

Berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, angka prevalensi stunting pada 2021 sebesar 5,23 persen, kemudian turun menjadi 4,05 persen di 2022.

Kondisi itu kini tak perlu jadi kekhawatiran besar. Uji studi program 1 Anak 1 Warung Makan bisa jadi salah satu langkah yang bisa diterapkan dalam pengendaliannya.

FKKM telah membuktikan itu di Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini. Uji studinya dilakukan selama 100 hari.

“Stunting bukan sekedar masalah tinggi atau berat badan, tetapi masalah tumbuh kembang anak. Terutama kecerdasan anak, bisa jadi ‘Dattulu’ki’,” ujar dr Udin Malik.

Dalam masa tersebut, satu anak berhasil keluar dari status stunting. Kondisi positif itu didapatkan M Muammar Khadafi, usia empat tahun.

Berat badan, bulan pertama 11 Kilogram (Kg), kedua 11 Kg, dan ketiga 11,5 Kg. Tinggi badan, bulan pertama 91 Centimeter (Cm), kedua 92,5 Cm, dan ketiga 92,5 Cm.

Sementara, beberapa anak lainnya berhasil menunjukan perubahan yang baik. Seperti yang dialami, Salwa Berat Badan (BB) awal 8,4 Kg dan Tinggi Badan (TB) 80 Cm. Setelah intervensi, BB menjadi 9,05 Kg dan TB mencapai 81 Cm.

Lalu, ada A Muh Lutfi yang awalnya memiliki BB 10 Kg dan TB 83 Cm. Setelah intervensi, TB mencapai 84,5 Cm dan BB 10,3 Kg.

Pada wilayah tersebut, Alumni Fakultas Kedokteran Unhas 2013 yang meraih predikat Summa Cumlaude IPK 4.00 ini, melakukan uji studi dengan melibatkan 11 anak, 9 pendamping, dan didampingi 7 warung.

Konsepnya 1 porsi ke 1 anak per hari. Apa yang diberikan ke anak tersebut adalah Corporate Social Responsibility (CSR) dari warung makan tersebut.

Beberapa anak lainnya ada meningkat namun belum signifikan. Hal itu dipengaruhi karena ada yang telah sakit.

dr Udin Malik merasa sangat bersyukur karena apa yang dilakukan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Untuk itu, kita begitu berterima kasih ke  warung yang menjadi bagian dari program ini. Kita harap program ini bisa berkembang hingga mencakup seluruh Kota Makassar,” ucapnya.

“Banyak yang bertanya, apa yang diberikan dalam program ini. Yang dikasi itu makanan bukan omongan,” tambahnya.

Warga setempat, Mastin, menyampaikan, program ini, sangat membantu anak yang diintervensi.

“Anak yang diintervensi terlihat begitu berkembang, karena asupan makanan yang diberikan teratur,” katanya.

“Sangat efektif, kita harap ini bisa berjalan lebih masif dan lebih luas lagi,” tuturnya. (***)

Berita Terkait
Baca Juga