PLUZ.ID, MAKASSAR – Mengendalikan stunting butuh kesadaran periksakan atau melapor kondisi anak dalam 1.000 hari kehidupan awal. Bukan merasa takut atau malu menyampaikan kondisi anak.
Kondisi itu yang dominan terjadi di masyarakat saat ini. Ada yang merasa malu, takut, dan malas memeriksakan anaknya.
Hal itu tersampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Stunting di Kelurahan Bunga Eja Baru, Labuang Baji, dan Mamajang Luar, Rabu (21/06/2023). FGD ini, menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat, kader posyandu, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
FGD itu juga menghadirkan langsung Ketua Forum Kemanusian Kota Makassar (FKKM), dr Udin Shaputra Malik.
Hadir mensosialisasikan dan mengajak masyarakat mengaplikasikan program 1 Anak 1 Warung Makan sebagai inovasi yang terbukti efektif kendalikan stunting.
Salah satu warga, Suriani menyampaikan bahwa yang paling urgen saat ini masih ada orang tua yang takut memeriksakan anaknya.
“Bahkan ada yang merasa malu kalau anaknya terdata stunting,” ucapnya.
Jadi memang dalam pengendalian stunting, kata Suriani, sangat butuh program-program yang nyata. Langsung teraplikasi mendukung kecukupan asupan anak dengan baik.
Dalam kesempatan itu, dr Udin Malik pun menegaskan, masalah stunting itu tidak ada kata terlambat.
“Lebih teratur periksa dan cepat memburu jika ada anak terdata stunting, maka optimis bisa terkendalikan dan membawa Makassar Zero Stunting di 2024,” ucapnya.
Pada forum itu, dr Udin Malik menyampaikan, keberhasilan atas program 1 Anak 1 Warung Makan. Sebagaimana yang telah uji studi 100 hari di Kelurahan Ballaparang.
Melibatkan 11 anak, 9 pendamping, dan didampingi 7 warung. Konsepnya, 1 porsi ke 1 anak per hari, apa yang diberikan ke anak tersebut adalah CSR dari warung makan tersebut.
“Dalam waktu dua pekan ada anak yang berat badannya naik 1 Kg (Kilogram), paling rendah itu 0,5-07 Kg,” bebernya.
Bahkan, kata Alumni Fakultas Kedokteran Unhas 2013 yang meraih Summa Cumlaude dengan IPK 4.00 ini, menyampaikan, inovasi 1 Anak 1 Warung Makan telah diusul ke Kemendagri sebagai inovasi daerah Kota Makassar. Jika disetujui, program ini akan diterapkan nasional.
Udin Malik pun menegaskan, pada intinya, harus dipahami stunting itu, bukan masalah tinggi atau berat badan. Namun, stunting itu akan sangat berpengaruh ke tingkat kecerdasan atau pertumbuhan otak anak. (***)