search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

HUT Sulsel Ke-354, Gubernur Lepas Ekspor Produk Andalan Senilai Rp1,43 Triliun ke Pasar Global

doelbeckz - Pluz.id Senin, 07 Agustus 2023 18:00
PELEPASAN. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melepas ekspor produk Andalan Sulsel senilai Rp1,43 triliun ke pasar global dalam rangka HUT Sulsel ke-354 yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Sulsel dengan tema 'Sulsel Andalan Indonesia' di Pelabuhan Peti Kemas Jl Nusantara, Makassar, Minggu (6/8/2023). foto: istimewa
PELEPASAN. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melepas ekspor produk Andalan Sulsel senilai Rp1,43 triliun ke pasar global dalam rangka HUT Sulsel ke-354 yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Sulsel dengan tema 'Sulsel Andalan Indonesia' di Pelabuhan Peti Kemas Jl Nusantara, Makassar, Minggu (6/8/2023). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melepas ekspor produk Andalan Sulsel senilai Rp1,43 triliun ke pasar global dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel ke-354 yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Sulsel dengan tema ‘Sulsel Andalan Indonesia’ di Pelabuhan Peti Kemas Jl Nusantara, Makassar, Minggu (6/8/2023).

Sebanyak 49,96 ribu ton dengan nilai US$ 98,33 juta ini, melibatkan 82 eksportir, 36 komoditas/produk, dan 34 negara tujuan ekspor.

Pelepasan ini diwakili delapan pelaku usaha ekspor, yaitu PT Huady Nickel Alloy Indonesia (produk Fero Nickel) tujuan China, CV Adi Tirta (produk Rumput Laut) tujuan Cina, Koperasi Kospermindo (produk Rumput Laut) tujuan Vietnam, PT Maruki Internasional Indonesia (produk Butsudan / Furniture) tujuan Jepang, PT Rahmat Bahri Indonesia (produk Rumput Laut) tujuan Cina, PT Gusti Aroma Atsiri Celebes (produk Porang Chip) tujuan Cina, PT Biota Laut Ganggang (produk Carragenan) tujuan Cina, dan PT Mars Symbioscience Indonesia (Produk Cocoa Liquor) tujuan Australia.

Andi Sudirman mengatakan, untuk porang sudah diekspor ke Cina, dan ini sudah row material dari Bulukumba.

“Terima kasih banyak teman-teman dari Bulukumba. Eksportirnya masih muda, umurnya 22 tahun,” sebutnya.

Selanjutnya, adalah nikel. Andi Sudirman mengungkapkan, nikel sangat sebagai komoditi andalan sangat dibutuhkan di pasar global dan mendongkrak perekonomian Sulsel.

“Sektor perdagangan ini, kalau lancar bisa meningkatkan perekonomian, menjaga stabilitas, bahkan membuka lapangan pekerjaan,” imbuhnya.

Adapun Sulsel memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah untuk dapat diperdagangkan di pasar domestik dan internasional.

Saat ini Sulsel telah mengekspor lebih 250 komoditas dan produk andalan yang meliputi perikanan, pertanian, produk industri, dan produk tambang.

Secara kumulatif (c to c) ekspor Sulsel periode Januari-Juni 2023, mengalami pertumbuhan sebesar 17,37 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022, dengan Volume Ekspor sebesar 1.034,66 ton dan nilai sebesar US$1,12 miliar (setara dengan Rp16,35 triliun).

Neraca perdagangan Sulsel periode Januari-Juni 2023 surplus sebesar US$542,82 juta atau setara dengan Rp7,92 triliun. Nilai impor Sulsel periode Januari-Juni 2023 sebesar US$577,42.

Komoditas dan produk yang berkontribusi pada ekspor 2023, dari sektor pertanian perikanan berkontribusi 13,29 persen, sektor industri 11,48 persen, dan sektor tambang 75,23 persen.

Lima komoditas utama Sulsel yang diekspor periode Januari-Juni 2023, meliputi nikel, rumput laut, carragenan, udang segar, dan biji kakao dan sebagian besar di ekspor ke Jepang, Cina, Malaysia, Amerika serikat, dan Vietnam.

Sektor perdagangan ini jika lancar bisa meningkatkan perekonomian, menjaga stabilitas, bahkan membuka lapangan pekerjaan.

Kegiatan pelepasan ekspor ini, terselenggara atas kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan instansi terkait, yaitu Kantor Wilayah 07 Bank BNI, Terminal Petikemas PT Pelindo Makassar, Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulsel, Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu & Keamanan Hasil Perikanan Makassar, Balai Besar Karantina Pertanian, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DPW Sulselbar, dan pelaku usaha ekspor.

“Atas nama pemerintah provinsi mengucapkan terima kasih kepada para pelaku ekspor,” ujarnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top