Hiperkolesterolemia dan Obesitas Diduga Penyebab Banyaknya Penderita Hipertensi di Pulau Kodingareng Lompo
PLUZ.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Kodingareng Lompo, Kelurahan Kodingareng, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar, 12 Agustus 2023. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Dies Natalis Unhas yang ke-67 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-78.
Pulau Kodingareng Lompo dipilih, karena memperkuat visi Unhas sebagai benua maritim. Salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah memeriksa kesehatan masyarakat Pulau Kodingareng Lompo, berupa pemeriksaan tekanan darah, antropometrik, profil metabolit darah (asam urat, gula darah, dan kolesterol).
Kegiatan yang berlangsung sehari ini, menapis 96 pasien yang datang ke Puskesmas Kodingareng Lompo dengan membawa sekantong sampah yang ditukar dengan kartu pendaftaran untuk berobat.
Tim Kedokteran Unhas, dr Marhaen Hardjo MBiomed PhD, mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan tekanan darah ditemukan 32 persen pasien menderita hipertensi. Hasil pemeriksaan antropometrik ditemukan 40,6 persen pasien tergolong obeis (gemuk). Dan hasil pemeriksaan profil metabolit dalam darah 61,4 persen pasien mengalami hiperkolesterolamia.
“Hasil temuan ini sangat disayangkan, karena seharusnya produksi ikan yang melimpah, yang kaya akan asam lemak omega 3 dan omega 6, apabila dikonsumsi masyarakat tidak akan mengalami hiperkolesterol. Ikan adalah bahan makanan yang tidak mengandung kolesterol,” ujar Marhaen yang turun langsung ke lapangan melakukan pemeriksaan kepada warga Pulau Kodingareng Lompo.
Marhaen mengatakan, patut diduga banyaknya penderita hipertensi di Pulau Kodingareng Lompo sangat erat hubungannya dengan tingginya angka hiperkolesterolemia dan status obeis di kalangan warga Pulau Kodingareng.
“Asupan nutrition warga Pulau Kodingareng Lompo sebagai masyarakat pesisir berkontribusi pada indeks massa tubuh, tekanan darah dan profil metabolik daram darah, seperti gula darah, asam urat, dan kolesterol yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas kesehatannya,” kata Marhaen.
Menurutnya, penyakit-penyakit metabolit terkadan bersifat asimtomatis, tanpa gejala, sehingga masyarakat baru akan datang ke fasilitas kesehatan ketika komplikasi penyakit dari kelainan tersebut terjadi.
Unruk itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pola nutrisi dan asupan gizi pada masyarakat pesisir seperti Pulau Kodingareng Lompo.
Unhas yang memiliki visi sebagai benua maritim sebaiknya lebih fokus lagi melakukan penelitian kesehatan pada warga masyarakat pesisir di kepulauan spermonde.
“Dari hasil pemeriksaan kesehatan ini, disarankan untuk memberi edukasi masyarakat pesisir, khususnya warga Pulau Kodingareng Lompo untuk mengkonsumsi lebih banyak ikan dan mengurangi konsumsi bahan makanan yang mengandung kolesterol,” katanya.
“Pemerintah sebaiknya menyediakan sarana olahraga untuk warga yang tidak melaut untuk memperbaiki status obesitasnya,” tambah Marhaen menyarankan. (***)