search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemprov Sulsel-Kementerian PANRB Monitoring dan Evaluasi Reformasi Birokrasi

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 05 Oktober 2023 15:30
Jufri Rahman. foto: istimewa
Jufri Rahman. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menggelar Monitoring dan Evaluasi Reformasi Birokrasi (RB) Tematik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Ruang Command Center, Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (4/10/2023).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Kementerian PANRB Jufri Rahman dan dihadiri Tim Monitoring dan Evaluasi Reformasi Birokrasi Kementerian PANRB, Asisten Deputi Wilayah 3 Reformasi Birokrasi Andi Rahardian, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Andi Muhammad Arsjad, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan juga Pemerintah Kabupaten/Kota.

Dalam sambutannya, Jufri menjelaskan, RB Tematik memiliki perbedaan dengan RB General, dimana RB General hanya menyelesaikan persoalan reformasi birokrasi di internal organisasi pemerintah, sementara RB Tematik akan menyelesaikan tema-tema persoalan yang dirasakan masyarakat.

“Selama ini kementerian lembaga dan daerah itu khususnya kementerian lembaga di pusat hanya menyelesaikan persoalan reformasi birokrasi di internal organisasi pemerintah. Sehingga kalau ditanya apa manfaatnya bagi masyarakat?, Kita tidak bisa mengklaim karena masyarakat tidak merasakan,” ucapnya.

“Sehingga kemudian kita buat kebijakan namanya Reformasi Birokrasi Tematik dengan harapan kita akan menilai kegiatan reformasi birokrasi yang dilakukan pemerintah daerah dan kementerian lembaga itu sampai sejauh mana dampaknya bisa dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Jufri mengungkapkan, sejauh ini RB General membenahi delapan area perubahan di kementerian lembaga dan pemerintah daerah, mulai dari manajemen perubahan; deregulasi kebijakan, penataan organisas, penataan tata laksana, penataan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas.

Sementara, untuk RB Tematik, lanjut Jufri, dilaksanakan untuk mengatasi persoalan yang mendesak yang dirasakan masyarakat.

“Contohnya kemiskinan ekstrem, kemiskinan ekstrem kita pascapandemi Covid-19 malah meningkat, karena itu salah satu yang mesti dipandang RB Tematik bagaimana menurunkan angka kemiskinan. Selain itu, investasi juga menjadi indikator RB Tematik, termasuk stunting bagaimana menjadi ancaman terhadap generasi muda kita 20 hingga 30 tahun ke depan, kemudian terakhir mengendalikan inflasi,” tegasnya.

Untuk penilaian terhadap RB Tematik ini, Jufri mengakui, hanya dikoordinasikan dan dinilai langsung keberhasilannya Kementerian PANRB.

Sementara, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, mengatakan, kebijakan RB Tematik dari Kementerian PANRB ini, akan merubah model evaluasi terhadap kebijakan pemerintah dari yang selama ini hanya mengacu pada delapan area perubahan.

“Dengan adanya perubahan Kementerian PANRB ini, tentu merubah juga model evaluasinya seperti apa, karena yang kita lakukan selama ini tentu yang hanya delapan area perubahan. Itu ternyata sekarang lebih mendalam lagi dan lebih fokus ke dampaknya, penajaman ada gitu. Jadi tinggal kita nanti melihat apakah kemiskinan ekstremnya, apakah investasinya, stuntingnya dan sebagainya kita akan fokuskan itu,” ucapnya.

Andi Arsjad mengungkapkan, isu dan permasalahan dalam Reformasi Birokrasi Tematik ini, sudah menjadi konsen Penjabat Gubernur dan sudah masuk dalam skema dengan APBD Perubahan Pemerintah Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2023. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top