PLUZ.ID, MAKASSAR – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) meluncurkan Petunjuk Teknis Operasional (PTO) Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Desa di Makassar, Rabu (4/9/2023).
Kegiatan peluncuran PTO ditandai dengan pemukulan gong Bupati Luwu Timur Budiman, didampingi Direktur Hubungan Luar PT Vale Indonesia Endra Kusuma, dan disaksikan pula Wakil Bupati Luwu Timur Mochammad Akbar Andi Leluasa.
Pada kegiatan ini, hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Luwu Timur Halsen, Kepala Bappelitbangda Luwu Timur Dohri As’ari, Senior Manager Sosial Development Program PT Vale Ardian Indra Putra, serta 38 kepala desa dan lurah di empat kecamatan wilayah pemberdayaan, yakni Kecamatan Malili, Wasuponda, Nuha, dan Towuti.
Peluncuran Petunjuk Teknis Operasional menjadi titik awal dimulainya tahapan implementasi Program PPM dukungan SDGs Desa.
Skema program PPM-Dukungan SDGs Desa merupakan sintesa dari beberapa model program yang telah diimplementasikan dalam kurun waktu kurang lebih sepuluh tahun terakhir.
Bupati Luwu Timur, Budiman, mengapresiasi langkah yang dilakukan PT Vale karena sejalan dengan visi Pembangunan Berkelanjutan Luwu Timur.
Menurutnya, SDGs Desa merupakan arah pembangunan yang telah diadopsi pemerintah sebagai kompas yang memandu Pembangunan dari tingkat nasional sampai pada tingkat desa.
“Saya berharap program ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan dan kemajuan di desa. Termasuk peningkatan perekonomian masyarakat, dan pada gilirannya dapat mendukung tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” ujarnya.
Budiman memaparkan, pelaksanaan Program PPM-Dukungan SDGS Desa menunjukkan, di Luwu Timur dukungan dan kerja sama antar pihak swasta, dalam hal ini PT Vale dengan pemerintah telah berjalan dengan baik.
Sementara, Direktur Hubungan Luar PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, menyampaikan, pada periode 2023-2027 PT Vale telah megimplementasikan skema baru berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dari skema sebelumnya. Salah satu di antaranya adalah skema PPM-Dukungan SDGs Desa.
Selain itu, PT Vale tetap melanjutkan dukungan pada lima kawasan yang dikemas dalam skema PPM-Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) Terfokus. Lima Kawasan ini ditentukan berdasarkan hasil evaluasi yang menunjukkan Kawasan yang layak secara daya dukung dan prospek pengembangannya.
“Skema baru ini telah kita luncurkan sejak bulan Maret 2023 yang lalu di Malili, dan Alhamdulillah, sekarang kita telah merampungkan Petunjuk Teknis Operasional PPM-Dukungan SDGs Desa. Tentunya, kita patut bersyukur atas kegiatan ini, karena ke depan kita telah memiliki acuan operasional yang akan menjadi pedoman bagi semua pihak terkait dalam mewujudkan program yang berdampak luas melalui tata kelola yang akuntable dan transparan,” jelasnya.
Bagi PT Vale, penyelesaian PTO ini, telah memenuhi apa yang menjadi arahan Bupati Luwu Timur, yakni kepastian anggaran, kepastian waktu, kepastian program yang akan dibiayai, dan kepastian mekanisme pelaksanaan. Dari sisi rujukan perencanaan juga desa didorong lebih memastikan sasaran program yang diantaranya melalui data yang by name by address.
“Gagasan SDGs Desa yang dicanangkan pemerintah pusat sejalan dengan misi perseroan, mengubah sumber daya alam untuk kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan. Bersama. Tentu ini menjadi modal penting kemitraan yang berkelanjutan ini ke depannya,” jelas Endra Kusuma.
Pada kesempatan tersebut, Endra Kusuma juga menyampaikan realisasi anggaran PKPM, diantaranya dialokasikan kurang lebih 111 jenis kegiatan/proyek infrastruktur sosial ekonomi kawasan yang tersebar di sepuluh kawasan.
Sebanyak 60 badan usaha swasta lokal dan BUMDes/BUMDesma turut menjadi pelaksana kegiatan.
Berdasarkan sektor, lebih dari 40 persen merupakan aset yang menunjang bidang pertanian, sekitar 50 persen merupakan infrastruktur publik dan ruang bagi Usaha Kecil dan Mikro (UKM), dan sisanya merupakan infrastruktur penunjang pariwisata.
“Pada praktiknya saat ini telah banyak BUMDesma yang membangun kemitraan berjejaring dengan BUMDes-BUMDes, bahkan telah bermitra dengan pelaku usaha lainnya dalam pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan ekonomi kreatif, beberapa diantaranya telah membagikan bagi hasil usaha ke desa” ujarnya.
Endra menyebutkan, memang sama disadari bahwa belum semua aset dan fasilitas kawasan tersebut telah termanfaatkan dengan baik.
Untuk itu, semua pihak masih mempunyai tugas dan tantangan pada penyelesaian status aset, pengelolaan, dan terutama pada pemeliharaan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan.
“Kami berharap, dukungan program ini dapat bermanfaat bagi percepatan pencapaian tujuan SDGs Desa sebagai upaya terpadu pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Karena pencapaian tujuan-tujuan SDGs Desa tersebut mencerminkan perbaikan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah pemberdayaan kami dan tentu saja berdampak strategis bagi pembangunan daerah Luwu Timur yang ‘inspiring’,” ungkapnya. (***)