Apiaty Amin Syam Reses Terakhir di Bara-baraya Timur
Dalam reses titik keenam ini, warga Bara-baraya Timur curhat banyak hal. Beberapa diantaranya mengenai Bantuan Sosial (Bansos), pemadaman listrik, dan drainase.
Untuk bansos seperti Penerima Keluarga Harapan (PKH), legislator dari Fraksi Golkar ini, mengatakan, pendataan akan dilakukan lebih dulu. Ia meminta warga didata dengan baik.
“Jangan sampai hanya di luar rumahnya saja. Perlu juga diwawancara siapa tahu mereka sudah tidak bekerja lagi,” ujarnya.
Ia mengatakan, pendataan akan dilakukan sebelum memasuki tahun 2024. “Sudah saya sampaikan di Dinas Sosial kalau pendataan harus cepat,” tambahnya.
Sedangkan pemadaman listrik, kata Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat ini, kondisi itu harus dilakukan lantaran habisnya air baku. Dampak El Nino mengakibatkan hujan tidak ada.
Ia menilai, PLN seharusnya memberikan keringanan biaya listrik, karena pemadaman ini. Banyak warga yang kecewa lantaran listrik mereka terganggu.
“Tapi harusnya memang ada kompensasi paling tidak 50 persen karena kalau gratis, PLN pasti butuh biaya operasional,” jelasnya.
Terakhir, Apiaty meminta warga untuk berpartisipasi dalam Musrenbang Kelurahan untuk usulan pembangunan infrastruktur. Terkhusus drainase.
“Kita usulkan saja ke musrenbang nanti akan dilihat dulu yang mana jadi prioritas untuk dibangun,” jelasnya. (***)