search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Atasi Masalah Petani Bawang Merah di Enrekang, Pemprov Sulsel Siapkan Skema Bisnis Hulu ke Hilir

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 09 November 2023 10:00
DISKUSI. Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, diskusi bersama para petani saat melakukan panen raya bawang merah di Desa Pekalobean, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Selasa (7/11/2023). foto: istimewa
DISKUSI. Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, diskusi bersama para petani saat melakukan panen raya bawang merah di Desa Pekalobean, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Selasa (7/11/2023). foto: istimewa

PLUZ.ID, ENREKANG – Berbagai persoalan yang dihadapi petani bawang merah di Kabupaten Enrekang disampaikan kepada Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, yang melakukan kunjungan kerja ke daerah ini, sejak Selasa (7/11/2023). Mulai dari harga bibit yang mahal hingga tidak adanya kepastian harga pascapanen.

Oleh karena itu, Bahtiar menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang untuk menyiapkan skema bisnis yang tepat bagi para petani bawang merah di Enrekang. Mulai dari hulu hingga ke hilir.

“Bertani bukan hanya semangat saja, tapi harus menggunakan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang baik. Supaya bisa menghasilkan hasil pertanian yang melimpah,” kata Bahtiar, dalam acara silaturahmi Penjabat Gubernur Sulsel bersama Pemkab Enrekang, Forkopimda, pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, dan tokoh masyarakat di Pendopo Rujab Bupati Enrekang, Rabu (8/11/2023).

Bahtiar mengungkapkan, harus ada skema bisnis khusus untuk komoditi bawang merah. Supaya semua ada kepastian harga, dan memutus mata rantai tengkulak yang merugikan para petani.

“Para petani kita harus mendapatkan kepastian harga dan pasar. Mereka juga harus diajarkan cara bertani modern, yang mengedepankan ilmu pengetahuan. Bibit, pupuk, air, semua harus tersedia,” terangnya.

Bahtiar mengaku, sengaja membawa semua tim dari seluruh OPD di Pemprov Sulsel, agar bisa berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah. Ia menekankan, anggaran pemerintah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat yang lebih besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ia juga mengungkap rencananya mengembangkan pisang cavendish di Enrekang, dengan berbasis kecamatan. Memanfaatkan lahan-lahan tidur, yang selama ini tidak menghasilkan.

Sementara, Pj Bupati Enrekang, Baba, menyampaikan, untuk mendukung program prioritas Pj Gubernur Bahtiar dalam budidaya pisang, pihaknya menyiapkan lahan 500 hektare.

Ia mengungkapkan, saat ini uang berputar di Kabupaten Enrekang mencapai Rp3 triliun setiap tahun.

“Kami siap mendukung program prioritas Bapak Gubernur Sulsel dengan menyiapkan lahan untuk budidaya pisang cavendish,” kata Baba. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top