search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Fatma Wahyuddin Harap Orang Tua Kontrol Pemakaian Handphone pada Anak

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 08 Desember 2023 18:00
Fatma Wahyuddin. foto: istimewa
Fatma Wahyuddin. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyuddin, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perlindungan Anak di Hotel Aston Makassar, Jumat (8/12/2023).

Legislator dari Demokrat ini, menghadirkan dua narasumber, yaitu Kepala DPPPA Kota Makassar Achi Soleman dan Ketua FPPI Sulsel Andi Bulan Purnama K Nanda.

Melalui sosialisasi ini, Fatma Wahyuddin meminta orang tua untuk mengawasi pemakaian Handphone (Hp) pada anak.

Ia menilai, kasus terkait anak seperti prostitusi online dan penculikan kebanyakan dipicu, karena penyalahgunaan gawai tersebut.

“Kalau kita berikan leluasa terhadap anak untuk menggunakan hp, bisa saja yang dibuka itu sembarangan, terus dia mau cari tahu, apalagi ia tidak tahu itu hal negatif,” ujarnya.

Anggota A DPRD Makassar ini, mengatakan, perilaku anak bisa banyak dipengaruhi handphone. Sedangkan pengaruh dari bimbingan orang tua nihil.

“Akibatnya anak lebih banyak mencontohi yang di handphone. Mereka memang di rumah sama orang tua tapi orang tua tidak mengawasi, anak malah main handphone terus,” tambah Fatma.

Untuk itu, ia pun meminta orang tua untuk merujuk pada Perda perlindungan anak dalam mendidik anak. Juga melaporkan masalah anaknya ke DPPPA Makassar.

“Jangan sampai kejadian yang sama kepada anak kita terus berulang. Makanya perda ini lahir untuk mengatasi masalah itu,” tukasnya.

Sementara, Kepala DPPPA Kota Makassar, Achi Soleman, menyatakan, anak harus selalu didampingi aktivitasnya. Begitu juga dalam bermain handphone.

“Anak sangat mudah terpengaruh terhadap apa yang dilihat di handphone. Kita tidak tahu apa yang dilihatnya. Makanya itu perlu dibatasi,” ujarnya.

Achi mengingatkan kepada orang tua untuk melihat sudut pandang berbeda dari dalam mendidik anak. Sebab, anak memliki masalah yang kompleks.

“Jadi kita harus melihat perspektif lainnya kenapa ada anak yang melakukan seperti itu, bagaimana cara kita mengasuh anak, anak itu boleh dikatakan nakal tapi tinggal orang tua bagaimana menangani anaknya,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top