search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Ponpes DDI Mangkoso Dukung Budidaya Pisang Cavendish, Sejalan Program Pesantren

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 29 Desember 2023 15:17
TANAM PISANG. Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin bersama Pimpinan Ponpes DDI Mangkoso AGH Farid Wajdi Lc MA berdoa di sela-sela menanam pisang Cavendish di Kampus II Putra Tonrongnge, Kiru-kiru, Soppeng Riaja, Barru, Rabu (27/12/2023). foto: istimewa
TANAM PISANG. Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin bersama Pimpinan Ponpes DDI Mangkoso AGH Farid Wajdi Lc MA berdoa di sela-sela menanam pisang Cavendish di Kampus II Putra Tonrongnge, Kiru-kiru, Soppeng Riaja, Barru, Rabu (27/12/2023). foto: istimewa

PLUZ.ID, BARRU – Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, sangat antusias menyukseskan program katahanan pangan penanaman pisang Cavendish.

Bahtiar bersama Bupati Barru Suardi Saleh serta pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Da’wah Wal Irsyad (DDI) Mangkoso Anregurutta (AG) Prof Dr KH Farid Wajdi MA melakukan penanaman pisang komoditi ekspor tersebut di Kampus II Putra Tonrongnge, Kiru-kiru, Soppeng Riaja, Barru, Rabu (27/12/2023).

AGH Farid Wajdi mengatakan, program budidaya hortikultura ini, sejalan dengan pengembangan awal pesantren di Kampus II ini. Tidak cukup hanya dengan perluasan kampus, tetapi dengan pengembangan ekonominya sesuai dengan daerah yang ada. Maka muncullah ide untuk pengembangan agrobisnis.

“Jadi memang sudah ada pemikiran dengan agrobisnis. Dengan kedatangan Bapak Gubernur, kita saksikan ini memang masuk dalam program pondok pesantren kita,” kata Farid Wajdi.

“Masya Allah ini suatu penghargaan yang tinggi buat pondok pesantren kita dengan adanya program budidaya ini, yang pas dengan program kita,” imbuhnya.

Selain agrobisnis, juga pengembangannya terkait agrowisata, demikian juga wisata religi.

Sedangkan Bupati Barru, Suardi Saleh mengatakan, program ini bisa mewujudkan kemandirian pesantren. Sedangkan dalam skala lebih besar bisa mendorong perekonomian di Barru.

Ia menyampaikan, lahan yang bisa ditanami di Kabupaten Barru saat ini tersedia 500 hektar. Selanjutnya, bahwa melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mendapatkan Surat Keputusan (SK) Hutan Sosial (SK hijau). Terdapat sebanyak 3.213 bidang tanah atau kurang lebih 2.210 hektare.

Suardi berharap, dengan diterimanya surat keputusan ini, masyarakat dapat melakukan pemanfaatan dengan baik.

“Ini bisa dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat kita, mungkin bantuan bibit yang sesuai,” ungkapnya.

Sedangkan, Bahtiar menyampaikan dengan seyakin-yakinnya, ketika Anregurutta memprogramkan tanaman budidaya, termasuk untuk pisang, pasti telah dipertimbangkan hakikat, filosofi, dan pertimbangan teologi keagamaannya. Bahwa pisang salah satu buah yang disebutkan di Al Qur’an ada di surga.

Selain itu, Bahtiar berujar tanaman ini, bernilai ekonomis tinggi.

“Tanaman ini bukan sekedar tanam, tetapi memiliki nilai ekonomi yang tidak diproduksi negara lain,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk pesantren ini, akan diberikan juga 1.000 pohon sukun. Demikian juga dengan nangka madu.

“Ini namanya di sini bakara’, orang Eropa bilang breadfruit atau buah roti, dia memang seperti roti kalau sudah dikukus, dan hampir tidak ada isue kesehatan, sama yang kita tanam tadi pisang,” ungkapnya.

Ia juga mendorong masyarakat Sulsel hidup sehat dengan menanam sayur-sayuran.

Sekedar informasi, terdapat 4.000 santri yang sedang menempuh pendidikan di pesantren ini, dan khusus di kampus II ini, sebanyak 1.400 santri. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top