search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

KKLT Undang Pj Gubernur Beri Ceramah Soal Sejarah Sulsel

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 02 Januari 2024 13:00
SILATURAHMI. Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menerima Ketua BPW KKLR Sulsel Hasbi Syamsu di Ruang Kerja Gubernur Sulsel, Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (2/1/2024). foto: istimewa
SILATURAHMI. Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menerima Ketua BPW KKLR Sulsel Hasbi Syamsu di Ruang Kerja Gubernur Sulsel, Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (2/1/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulsel Hasbi Syamsu Ali mengakui, kedalaman pemahaman Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin soal sejarah Sulsel.

Hasbi menilai, pemahaman Bahtiar mengenai sejarah, baik sejarah lokal di Sulsel, nasional maupun sejarah dunia sangat luar biasa.

“Terima kasih banyak sekali Pak Gubernur, kami betul-betul dapat pencerahan soal sejarah Sulsel, apalagi sejarah nasional dan bahkan dunia,” kata Hasbi di Ruang Kerja Gubernur Sulsel, Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (2/1/2024).

Untuk itu, Hasbi mengundang Pj Gubernur Sulsel bisa hadir dalam acara ramah tamah perayaan Hari Perlawanan Rakyat Luwu Raya, yang akan dilaksanakan Sabtu (13/1/2024).

Bahkan, ia berharap, Pj Gubernur Sulsel memberikan sedikit ceramah soal sejarah Sulsel kepada seluruh hadirin dalam acara tersebut.

“Kami mengundang Bapak Gubernur untuk hadir dalam acara ramah tamah itu. Kami berharap Bapak Gubernur bisa menyampaikan sedikit soal sejarah Sulsel di sana nantinya,” harap Hasbi.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kegiatan ramah tamah tersebut, dirangkaikan dengan senam sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis di Minggu (14/1/2024) pagi, di Car Free Day, Jl Jend Sudirman, Kota Makassar. Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan lainnya di Luwu Timur, 23 Januari 2024.

Sementara, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengaku, masyarakat Sulsel ini adalah yang paling setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan hal tersebut sudah tidak diragukan lagi sampai saat ini.

“Betapa orang Luwu, Sulawesi Selatan ini, setia pada NKRI ini. Karena pada saat itu Belanda tidak terima Indonesia merdeka, dan gerakan propaganda Belanda sampai di PBB menyampaikan bahwa Indonesia belum merdeka,” ujar Bahtiar.

Namun, saat itu Indonesia dengan modal Radio Republik Indonesia (RRI) saat ini, juga melakukan gerakan propaganda melalui udara dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) menyampaikan, Indonesia telah merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang.

“Saat itu radio kita terus melakukan gerakan propaganda melalui udara,” tuturnya.

Bahtiar mengaku, cukup memahami bagaimana soal sejarah perlawanan, karena sebelum Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2014 disusun, ia sudah mengumpulkan sejarahwan di Indonesia untuk membahas soal perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah.

“Saya tahu betul hari perlawanan, karena saya yang menyusun Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2014 tentang pelaksanaan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia,” bebernya.

Untuk itu, Bahtiar menyarankan, agar KKLR Luwu Raya melakukan pembedahan terkait sejarah di Sulsel. Kenapa sejak dulu masyarakat Sulsel banyak keluar ke berbagai daerah, bahkan mancanegara.

“Sejak dulu masyarakat Sulawesi Selatan yang keluar dari kampung. Karena pada saat itu kampung tidak aman. Jadi ini tugasnya KKLR Luwu Raya untuk mencari keluarganya di berbagai daerah di Indonesia,” tutupnya.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut, Panitia Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) Asri Tadda, Abdul Thalib Mustafa, Baharuddin Solongi, Hamzah Jalante, Mustagfir Ali. Kemudian, Syahruddin Hamun, Subiati Hamzah Jalante, Helmy Kasim, Nurliati, Ernawati, Evi Arifin, dan Ishak Iskandar. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top