search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Bawaslu Enrekang Usut Dugaan Pelanggaran Pemilu Muslimin Bando

doelbeckz - Pluz.id Senin, 15 Januari 2024 23:51
JALAN SEHAT. Caleg DPR RI, Muslimin Bando (kiri), menghadiri kegiatan Jalan Sehat HUT PGRI Enrekang di Lapangan Abubakar Lambogo Batili, Enrekang, Sabtu (13/1/2024) lalu. foto: istimewa
JALAN SEHAT. Caleg DPR RI, Muslimin Bando (kiri), menghadiri kegiatan Jalan Sehat HUT PGRI Enrekang di Lapangan Abubakar Lambogo Batili, Enrekang, Sabtu (13/1/2024) lalu. foto: istimewa

PLUZ.ID, ENREKANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Enrekang merespon laporan Agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Enrekang, Rahmawati Karim, atas dugaan ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga dilakukan Penjabat (Pj) Bupati Enrekang Baba dan Kepala Dinas Pendidikan/Ketua PGRI Enrekang, Jumurdin, yang dimasukkan ke Bawaslu Enrekang, Senin (15/1/2024).

Termasuk laporam dugaan politik uang dengan cara bagi-bagi hadiah umrah yang dilakukan langsung Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai PAN, Muslimin Bando pada kegiatan acara Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-78 yang berlangsung di Lapangan Abubakar Lambogo Batili, Enrekang, Sabtu (13/1/2024) lalu.

“Informasi itu (laporan SPAK Enrekang) sudah kita lakukan penelusuran, bahkan sebelum ada pelaporan dari SPAK, saat ini sementara dalam proses untuk nanti kita kaji dan bawa ke dalam pleno,” ujar Haslipa, anggota Bawaslu Enrekang, Senin (15/1/2024).

Haslipa mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat atau lembaga mengawal Pemilu bersih di Enrekang.

“Terima kasih banyak partisipasi dari teman-teman SPAK untuk sama-sama kita kawal Pemilu bersih di Enrekang,” ucapnya.

Haslipa berjanji, Bawaslu Enrekang akan mengusut dugaan pelanggaran Pemilu Caleg DPR RI Muslimin Bando. Mantan Bupati Enrekang ini, menjadi sorotan, karena ikut memberikan hadiah doorprize umrah ke peserta Jalan Sehat HUT PGRI Enrekang.

“Soal kegiatan PGRI kemarin, kami sementara mendalami dan menyelidiki kehadiran salah satu caleg DPR RI di sana,” katanya.

Haslipa menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan adanya pelanggaran kampanye dilakukan Muslimin Bando dalam kegiatan PGRI Enrekang itu. Pihaknya baru akan memanggil panitia pelaksana dan Muslimin Bando untuk dimintai klarifikasi.

“Masih dugaan, kami belum pastikan ada pelanggaran di sana. Iya, dalam waktu dekat kami akan panggil panitia kegiatan termasuk calegnya untuk klarifikasi kepentingannya menghadiri kegiatan itu, apakah ada ajakan untuk memilih yang bersangkutan, kita akan telusuri,” katanya.

Jalan sehat yang digelar PGRI Enrekang itu berlangsung di Lapangan Batili, Kecamatan Enrekang, Sabtu (13/1/2023) lalu. Muslimin Bando terlihat menyerahkan hadiah doorprize berupa umrah gratis ke salah satu peserta jalan sehat.

Sebelumnya, diberitakan Agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Enrekang, Rahmawati Karim, mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Enrekang untuk melaporkan dugaan ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga dilakukan Penjabat (Pj) Bupati Enrekang Baba dan Kepala Dinas Pendidikan/Ketua PGRI Enrekang, Jumurdin, Senin (15/1/2024).

Selain itu, Rahmawati Karim juga melaporkan dugaan politik uang dengan cara bagi-bagi hadiah umrah yang dilakukan langsung Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai PAN, Muslimin Bando pada kegiatan acara Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-78 yang berlangsung di Lapangan Abubakar Lambogo Batili, Enrekang, Sabtu (13/1/2024) lalu.

Rahmawati menilai, Pj Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Enrekang telah melanggar Undang-Undang (UU) Pemilu yang melarang pejabat ASN melakukan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan calon.

Begitu pula larangan yang sama ditegaskan dalam UU tentang ASN.

“Sangat tegas dalam aturan ini, tidak boleh mengadakan pertemuan yang mengarah ke salah satu calon. Nah, ini Pak Pj Bupati Enrekang dan Ketua PGRI Enrekang justru menguntung salah satu caleg dalam hal ini, Pak Muslimin Bando, mantan Bupati Enrekang,” tegasnya.

Rahmawati mengatakan, sangat jelas dalam kegiatan tersebut, Muslimin Bando bersama Jumurdin memandu kegiatan pengundian hadiah umrah di depan para guru TK, SMP, SMA, dan SMK se- Kabupaten Enrekang yang diawali jalan santai.

“Artinya, ada ruang spesial yang diberikan kepada Pak Muslimin Bando yang justru mengarahkan jalannya kegiatan pengundian hadiah,” kata Rahma.

Pembagian hadiah di masa kampanye, lanjutnya, telah melanggar UU Pemilu yang merupakan tindak pidana Pemilu, karena memberikan hadiah pada masa kampanye, bahkan dilakukan langsung caleg yang bersangkutan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top