Ismail Manda Potensi Geser Kursi Incumbent DPRD Sulsel di Dapil Makassar B
PLUZ.ID, MAKASSAR – Satu bulan jelang pencoblosan persaingan menuju Pemilu 2024 di semua Daerah Pemilihan (Dapil) di Sulsel terus memperlihatkan persaingan yang dinamis dan sudah mulai terlihat siapa Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang potensial yang akan duduk sebagai anggota dewan, baik DPR RI, DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota.
Misalnya, di Daerah Pemilihan Sulsel 2 DPRD Provinsi Sulsel, yang biasa juga disebut sebagai Dapil Makassar B, yang meliputi Kecamatan Panakkukang, Manggala, Tamalanrea, Biringkanaya tersedia enam kursi.
Adapun caleg petahana, Gerindra Adam Muhammad, PDIP Risfayanti Muin, Golkar Rahman Pina, Nasdem Rezki Mulfiati Lutfi, PKS Haslinda, dan Demokrat Haidar Madjid.
Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus, mengatakan, di dapil ini sengit, karena akan memperebutkan enam kursi itu, menyisakan persaingan ketat, oleh karena itu potensi terdegradasinya sejumlah partai politik incumbent oleh partai politik penantang.
“Selain petahana yang terancam, partai politik petahana di dapil itu relatif tak aman. Kemungkinan hanya Nasdem yang aman, karena menempatkan figur caleg yang bagus,” kata Nurmal Idrus, Kamis (18/1/2024).
Mantan Komisioner KPU ini, menyebutkan, di internal Nasdem menyisahkan persaingan ketat terutama dua kandidat utama, yaitu petahana Rezki Mulfiati Lutfi yang menghadapi tantangan serius dari Ismail Manda.
“Ini pertarungan sengit nantinya. Karena penentuan akhirnya ada pada pendekatan akhir pada Februari,” jelasnya.
“Di Nasdem Ismail Manda penantang yang serius terhadap incumbent Rezki Mulfiati Lutfi. Terlihat riset di lapangan pergerakan Ismail Manda sangat bagus, ada pontensi mengungguli caleg petahana,” ujar Nurmal Idrus, Kamis (18/1/2024).
Nurmal Idrus memberikan analisa, sejumlah partai politik yang 2019 tersisih, seperti PPP, PAN, dan PKB, kini muncul dengan kekuatan baru. Kondisi itu mengancam lima partai politik lain, seperti Golkar, PKS, Gerindra, Demokrat, dan PDIP.
“Jadi, lima parpol ini kehilangan banyak amunisi dibanding 2019. Seperti Golkar yang kehilangan Imran Tenri Tatta dan menyisakan Rahman Pina berjuang sendiri, demikian pula dengan Gerindra yang kehilangan sejumlah figur penambang suara di Pemilu 2019,” jelasnya.
Ditambahkan, tiga parpol penantang disebut Nurmal Idrus berpeluang menggantikan posisi parpol incumbent itu, jika tak berkonsolidasi dengan baik. PPP misalnya, kini tampil dengan kekuatan baru.
“Mereka punya figur anak muda, seperti Salman Alfaris Karsa Sukardi yang amat progresif pergerakannya, di PKB ada Misriani Ilyas demikian pula di PAN ada Hamzah Hamid,” jelasnya. (***)