search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemprov Sulsel Harus Siap-siap Penyedian Stok Pangan 2024

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 26 Januari 2024 10:00
Andi Muhammad Arsjad. foto: istimewa 
Andi Muhammad Arsjad. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Persediaan stok pangan tahun 2024 harus dipersiapkan pemerintah sedini mungkin. Tujuannya untuk mengantisipasi inflasi akibat kelangkaan yang tidak diantisipasi.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengeluarkan Surat keputusan Nomor 379.1/TS.03.03/K/11/2023 tentang Jumlah, Standar Mutu, dan Harga Pembelian Pemerintah Dalam Rangka Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2024.

Adapun beberapa ketentuannya, adalah beras minimal memiliki 2,4 juta ton dengan stok akhir tahun minimal 1,2 juta ton, jagung minimal 250 ribu ton dengan stok akhir tahun minimal 60 ribu ton, kedelai minimal 100 ribu ton dengan stok akhir tahun minimal 20 ribu ton.

Lalu, daging sapi minimal 20 ribu ton dengan stok akhir tahun minimal 2,5 ribu ton ton, daging kerbau minimal 100 ribu ton dengan stok akhir tahun minimal 5 ribu ton, daging ayam minimal 12 ribu ton dengan stok akhir tahun minimal 600 ton, telur ayam minimal 7 ribu ton.

Kemudian, gula konsumsi minimal 250 ribu ton dengan stok akhir tahun minimal 25 ribu ton, minyak goreng minimal 100 ribu kilo liter dengan stok akhir tahun minimal 5 ribu kiloliter, bawang merah minimal 100 ton, bawang putih minimal 1.000 ton dengan stok akhir tahun minimal 100 ton, cabai minimal 100 ton, dan ikan kembung minimal 250 ton dengan stok akhir minimal 50 ton.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, menyampaikan, untuk Sulsel sendiri tentu sudah memiliki bayangan dalam penyiapan persiapan cadangan pangan.

Apalagi, Sulsel merupakan salah satu wilayah penyumbang pangan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan meski sempat terkendala El Nino produksi pangan secara khusus untuk komoditas beras tetap dilakukan pengoptimalan.

“Kita sebagai sentra dan sebagai penghasil harus memastikan bahwa dari sisi produksi itu tetap kita jalan, meskipun kemarin ada dampak El Nino produksi kita mengalami penurunan kita berharap ini bisa menjadi kita bisa antisipasi lebih awal terkait itu,” jelasnya, Kamis (25/1/2024),

Menurutnya, koordinasi lintas sektor yang memiliki peran dalam stok pangan juga terus dilakukan pihaknya.

“Kemudian kita sudah berkoordinasi dengan Bulog bagaimana memastikan ketersediaan beras kita,” ungkapnya.

Ia berharap, dalam beberapa waktu kedepan Sulsel tidak mengalami kendala terkait dengan stok pangan.

“Beberapa bulan ke depan Sulsel tidak terkendala terkait dengan hal itu,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top