search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Gunakan Pracetak, Ini Penampakan Irigasi di Bulukumba

doelbeckz - Pluz.id Senin, 29 Januari 2024 12:00
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Salah satu prioritas pemerintah daerah saat ini adalah pembangunan infrastruktur yang merata untuk melancarkan atau mendukung aktivitas masyarakat.

Belum optimalnya ketersediaan infrastruktur fisik merupakan alasan utama mengapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba terus mendorong penyediaan infrastruktur fisik yang lebih memadai, khususnya di sektor pertanian yang menjadi sektor utama perekonomian daerah.

Pemkab Bulukumba telah mengambil langkah maju dalam sektor pertanian dengan melaksanakan pembangunan jaringan irigasi menggunakan beton pracetak.

Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan proyek tersebut, kebijakan Pemkab Bulukumba menunjukkan komitmen dalam mengadopsi teknologi modern.

Kini masyarakat penerima manfaat bangunan irigasi tersebut sudah bisa menikmati irigasi yang sudah terbangun.

Kepala Dinas Pekerhaan Umun dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bulukumba, Andi Zulkifli Indrajaya, mengatakan, sesuai komitmen pimpinan yang menginginkan pembangunan infrastruktur yang lebih berkualitas, maka pihaknya dalam melaksanakan pembangunan irigasi melakukan peralihan teknologi dari metode konvensional ke metode teknologi pabrikasi beton pracetak.

Dikatakan bahwa beton pracetak yang diadopsi menggunakan Model L, sebuah prototipe dengan berat sekitar 53 Kilogram (Kg) per buah.

Salah satu keunggulan utama dari Model L adalah umur konstruksinya yang lebih tahan lama. Selain itu, desainnya yang mudah dimobilisasi dan memungkinkan pemasangan di berbagai kondisi medan atau lokasi. Kelebihan lainnya adalah kemudahan pemasangan tanpa memerlukan peralatan berat.

“Model ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memudahkan dalam operasi dan pemeliharaan,” ungkap Andi Zulkifli, Senin (29/1/2024).

Andi Zulkifli mengatakan, total anggaran 2023 sebesar Rp29,9 miliar yang diperuntukkan untuk pembangunan saluran irigasi primer, saluran irigasi sekunder, embung, talang, terjunan, dan bangunan pelimpah.

Anggaran yang dialokasikan untuk irigasi dari tahun ke tahun sebagai berikut: 2021 sebesar Rp21,9 miliar untuk 66 paket, 2022 menurun hanya sebesar Rp9,4 miliar untuk pekerjaan 685 meter. Kemudian 2023 kembali meningkat sebesar Rp29,9 miliar untuk pekerjaan 18,465 meter.

Dengan langkah progresif ini, Pemkab Bulukumba berharap proyek pembangunan irigasi tidak hanya akan memberikan manfaat segera bagi petani, tetapi juga menjadi contoh dalam mengadopsi teknologi inovatif demi kemajuan sektor pertanian.

Diketahui sebelumnya, pembangunan saluran irigasi selama ini masih menggunakan model konvensional dengan pemasangan batu dan plasteran dinding saluran. Pihak kontraktor harus memobilisasi bahan bangunan, seperti pasir, batu, dan semen ke lokasi proyek. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top