search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemprov Sulsel Pastikan Pemenuhan Pangan dan Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 03 Mei 2024 21:00
RAKOR. Plt Sekda Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama enam kabupaten/kota tersebut secara virtual di Ruang Rapat Sekda Sulsel, Jumat (3/5/2024). foto: istimewa
RAKOR. Plt Sekda Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama enam kabupaten/kota tersebut secara virtual di Ruang Rapat Sekda Sulsel, Jumat (3/5/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Bencana banjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah di enam kabupaten di Provinsi Sulsel.

Enam kabupaten yang mengalami banjir ataupun longsor adalah Kabupaten Luwu, Wajo, Enrekang, Sidrap, Pinrang, dan Sinjai.

Kondisi ini pun menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama enam kabupaten/kota tersebut secara virtual di Ruang Rapat Sekda Sulsel, Jumat (3/5/2024).

Turut hadir mendampingi Plt Sekda, diantaranya Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo, Kepala Dinas BMBK Sulsel, Astina Abbas, Kepala Dinas PSDA Cipta Karya Sulsel Andi Darmawan Bintang, Kepala BKAD Sulsel Salehuddin, dan Plt Kepala Dinas Sosial Sulsel Malik Faisal.

Penjabat (Pj) Bupati Enrekang, Baba, melaporkan, sejumlah lahan pertanian masyarakat terendam banjir, ada pula akses jembatan yang putus. Jalan utama di poros Enrekang yang dari Sidrap ke Toraja dan dari Pinrang ke Toraja, tertutup material longsor.

Di Luwu, longsor dan banjir terjadi di beberapa wilayah. Bencana longsor juga mengakibatkan satu rumah tertimbun dan tujuh orang meninggal dunia.

Plt Sekda Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, mengatakan, pihaknya berharap, terus dilakukan koordinasi kondisi terkini di daerah.

“Tetap optimalkan koordinasi. Teman-teman harus waspada karena masih terjadi hujan dan potensi (bencana) bisa terjadi,” ungkapnya.

Ia pun meminta kabupaten untuk segera menetapkan tanggap darurat bagi daerah yang kondisi bencananya sudah tergolong darurat. Sehingga bisa dilakukan pemanfaatan terhadap BTT.

“Kami berharap penanganan korban untuk daerah terdampak betul-betul dipastikan pemenuhan pangan, obat air bersih, dan lainnya,” pinta Andi Arsjad.

Di Sidrap, sejumlah wilayah di tiga kecamatan terdampak banjir. Satu korban diidentifikasi meninggal dunia karena terbawa arus banjir.

Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Forkopimda menyiapkan upaya antisipasi mitigasi, termasuk memastikan akses jalan utama dapat dilalui sehingga mobilisasi logistik bantuan bisa dilakukan.

Andi Arsjad pun menyampaikan, Pemprov Sulsel turut berduka atas musibah yang terjadi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top